UNIVERSITAS Islam Makassar disingkat UIM, saat ini berusia 60 tahun, berdasarkan kesepakatan hari lahirnya 6-06-1966. Momen itu malahirkan 4 angka 6, yakni tanggal 6, bulan 6, tahun 2026, dan genap berumur 60 tahun.
Sebagai kampus yang mengawal tridharma perguruan tinggi, dalam hal penelitian dan publikasi, saat ini posisi UIM ada pada klaster utama, dengan sinta overall score 65.113 triyears meraih nilai 34.365.
Posisi ini menempatkan UIM pada peringkat 6 secara nasional sebagai universitas terbaik di luar pulau Jawa dalam lingkup LPTNU (Lembaga Perguruan Tinggi Nahdhatul Ulama). Sementara dalam regional Sulsel, UIM masuk dalam nominasi 8 besar tertinggi berdasarkan overall score sinta.
Dari 36 Prodi, 7 Prodi mendapat Unggul, 13 Baik Sekali, 8 Baik, 6 B, 2 Program Magister PAUD dan PGSD baru saja mendapatkan izin. Dari akumulasi nilai semua prodi, skor yang diperoleh yaitu 3,38.
Jumlah prodi yang sangat variatif merupakan menu pilihan bagi masyarakat untuk memilih UIM sebagai tujuan akademiknya, selain Prodi Kedokteran dan Fakultas Kedokteran yang sementara menanti proses assesmen lapangan dari Kemdiktisaintek.
Baca Juga: IAIN Parepare Peringkat 9 PTKIN Nasional Versi SINTA 2026, Terbaik di Kategori IAIN
Adapun akreditasi perguruan tinggi UIM saat ini memperoleh akreditasi Baik Sekali, itu menunjukkan bahwa UIM memiliki kualitas manajemen, sistem pembelajaran, dan mutu akademik yang sangat baik, serta mampu melampaui standar nasional pendidikan tinggi.
Tentu ini memberi semangat tersendiri untuk meng-upgrade diri menuju ke Unggul dengan rasio kriteria perolehan dari syarat minimal BAN PT/LAM, sangat optimis dapat mencapai skor Unggul.
Tahun ini, UIM genap berusia 60 tahun. Momen 60 tahun yang tidak akan pernah terulang, memberi arti tersendiri bagi UIM, sebab ada 4 angka 6 dalam milad kali ini. Bagaimana tidak? Angka 4 yang biasa disebut dengan jenderal melambangkan stabilitas, keteguhan, keseimbangan, dan fondasi yang kuat.
Dalam filosofi bugis makassar juga dikenal Appa Sulapa (empat sisi), memandang alam semesta dan kesempurnaan hidup sebagai satu kesatuan bentuk belah ketupat (segi empat). Nilai luhur ini mencakup keseimbangan makrokosmos (elemen alam) dan mikrokosmos (karakter ideal manusia).
Empat unsur alam semesta yakni Tanah (Tana), melambangkan kemakmuran, kestabilan, dan kemampuan beradaptasi. Air (Je’ne) melambangkan kesucian, kelembutan, dan kejernihan pikiran. Api Melambangkan semangat pantang menyerah dan kekuatan. Angin (Anging) melambangkan keadilan, pergerakan, dan nafas kehidupan.
Baca Juga: Ruas Jalan Strategis di Gowa, Takalar, Jeneponto hingga Bone Terus Ditangani Lewat MYP
Demikian pula empat karakter kepemimpinan (sulapa eppana), Appa Sulapa juga mewakili 4 pilar karakter moral utama seorang manusia: yakni Macca, cerdas atau berpengetahuan luas. Warani (berani) dalam membela kebenaran. Malempu yakni jujur dan amanah. Dan Malabo yaitu dermawan dan suka menolong sesama.
Dalam sejarah dan waktu, konon angka 6 memengaruhi peradaban kuno Babilonia yang menjadikan kelipatan angka 6 sebagai dasar pembagian waktu (60 detik, 60 menit) dan derajat lingkaran (360 derajat). Angka 6 secara umum melambangkan keharmonisan, keseimbangan, cinta, dan tanggung jawab.
Dalam Agama Islam, menjadi keyakinan bahwa angka 6 memiliki makna penciptaan alam semesta, di mana Allah Swt menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa).
Angka 6 sering juga dikaitkan dengan keluarga, kepedulian terhadap sesama, dan rumah. Seseorang yang memiliki ikatan kuat dengan angka ini cenderung empatik dan dapat diandalkan. Artinya, bahwa angka 6 adalah representasi dari keharmonisan dan kesempurnaan.
Dari momen yang amat berharga ini, UIM yang bertansformasi seiring dengan perjalanan waktu, diharapkan menjadi referensi peradaban yang bercirikan local wisdom berdasarkan nilai-nilai ASWAJA (Ahlussunnah Waljamaah).
Sebagai kampus ASWAJA yang berafiliasi dengan Nahdhatul Ulama, nilai-nilai baik yang hidup di masyarakat dengan syiar keagamaan diharapkan menjadi wadah untuk menyebarkan kerahmatan Islam kepada semesta alam.
Baca Juga: 737 Santri Ikuti Wisuda Al-Qur’an di IAIN Parepare, Wali Kota Tasming Hamid Apresiasi BKPRMI
ASWAJA bagi UIM Al-Gazali adalah nilai dasar yang integratif dengan ilmu pengatahuan dalam membentuk manusia berilmu dan berkarakter.
Adalah ikhtiar yang berkelanjutan menghadirkan ekosistem akademik yang inovatif, pelayanan efektif, dan pengelolaan yang efisien dalam lingkungan yang asri, sebagai rumah umat dalam mempelajari iptek sesuai dengan kebutuhan zaman, demikianlah visi kepemimpinan UIM saat ini, yakni Umat Iptek dan Modern.
Selamat Milad UIM yang ke 60, semoga semakin memberi dampak maslahat bagi umat, bangsa dan negara. ***
Penulis: Prof. Dr. H. Muammar Bakry, Lc., M.Ag (Rektor Universitas Islam Makassar)

