POJOKSULSEL, PAREPARE - Institut Agama Islam Negeri Parepare (IAIN Parepare) tembus 10 besar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) terbaik di Indonesia berdasarkan pemeringkatan SINTA Score 3 Tahun edisi Juni 2026.
Dalam pemeringkatan tersebut, IAIN Parepare menempati peringkat ke-9 nasional sekaligus menjadi peringkat pertama kategori Institut Agama Islam Negeri (IAIN) se-Indonesia, mengungguli sejumlah IAIN lainnya di tanah air.
Berdasarkan data SINTA, IAIN Parepare mencatatkan SINTA Score 3 Tahun sebesar 104.662 dan SINTA Score Overall mencapai 158.164. Angka tersebut mencerminkan tingginya produktivitas publikasi ilmiah dosen serta peningkatan dampak sitasi yang terus menunjukkan tren positif.
Rektor IAIN Parepare, Prof. Darmawati, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan masuk Top 10 PTKIN nasional merupakan buah dari kerja keras seluruh sivitas akademika yang selama ini konsisten meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah.
"Alhamdulillah, IAIN Parepare kembali mencatat prestasi membanggakan dengan menembus Top 10 PTKIN se-Indonesia versi SINTA 2026 dan meraih peringkat pertama kategori IAIN. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi seluruh dosen, peneliti, serta sivitas akademika,” ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi Tumbuh di Atas Kertas, Mengapa Kecemasan Publik Masih Tinggi?
Ia menegaskan, prestasi tersebut membuktikan bahwa status institut bukan penghalang untuk bersaing dengan perguruan tinggi Islam negeri besar di Indonesia.
“Dengan skor yang dicapai saat ini, IAIN Parepare membuktikan bahwa status institut tidak menjadi penghalang untuk bersaing di level nasional. Prestasi ini sekaligus menjadi modal akademik yang kuat dalam ikhtiar transformasi menuju UIN,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan, Dr. Zulfah Fakhruddin, menilai capaian tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja akademik kampus.
“Tentu saja kita bangga dengan capaian ini. Namun prestasi tersebut tidak boleh membuat kita cepat berpuas diri. Justru ini harus menjadi motivasi agar ke depan IAIN Parepare mampu menembus tiga besar PTKIN nasional,” ujarnya.
Menurut Zulfah, target tersebut sangat realistis mengingat kampus telah memiliki berbagai instrumen kebijakan yang mendukung peningkatan penelitian dan publikasi ilmiah dosen maupun mahasiswa.
Baca Juga: Ruas Jalan Strategis di Gowa, Takalar, Jeneponto hingga Bone Terus Ditangani Lewat MYP
Ia menambahkan, potensi akademik yang dimiliki IAIN Parepare sangat besar. Setiap tahun dosen menghasilkan berbagai penelitian, sementara mahasiswa melahirkan ratusan skripsi, tesis, artikel ilmiah, hingga karya akademik lainnya yang memiliki nilai kebaruan.
“Jika seluruh potensi tersebut dapat dikelola dan dipublikasikan secara optimal, tentu akan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan skor SINTA dan reputasi akademik institusi,” jelasnya.
Keberhasilan ini semakin istimewa karena menjadi kali kedua secara berturut-turut IAIN Parepare masuk dalam jajaran Top 10 PTKIN nasional. Pada tahun 2025 kampus ini berada di posisi ke-10, sementara pada tahun 2026 berhasil naik ke peringkat ke-9 nasional. ***




