POJOKSULSEL, POLMAN - Polres Polman berhasil mengamankan seorang remaja berinisial MH (16) dalam rangkaian Operasi Sikat Marano.
Remaja itu ditangkap anggota Operasi Sikat Marano Polres Polman, pada Jumat dini hari, gara-gara kasus pengancaman bersenjata tajam di Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.
Remaja terjaring Operasi Sikat Marano setelah dilaporkan melakukan tindak pidana pengancaman terhadap seorang pelajar berinisial MFB (17), menggunakan senjata tajam jenis samurai.
Baca Juga: Unhas Bongkar Dua Modus Curang UTBK SNBT, Joki Gunakan Identitas Palsu, Alat Dipasang pada PC
Aksi ini memicu keresahan warga dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
Penyelidikan cepat oleh tim Operasi Sikat Marano Polres Polman membuahkan hasil setelah posisi pelaku berhasil diketahui berdasarkan informasi warga.
Insiden pengancaman itu terjadi ketika korban sedang berada di rumah bersama temannya. Tiba-tiba, rumah mereka dilempari batu.
Baca Juga: UTBK SNBT di Universitas Hasanuddin Selesai, Persentase Kehadiran 96,32 Persen
Saat korban keluar untuk melihat pelaku, ia mendapati MH memegang sebilah samurai dan langsung mengejarnya hingga ke dalam rumah.
Upaya penyerangan sempat digagalkan oleh ayah korban, BB (53), yang membuat pelaku melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dalam interogasi awal, MH mengaku nekat mengancam korban karena tersinggung dengan tindakan MFB yang sebelumnya menggeber-geber gas motor di sekitar tongkrongannya.
Ia bahkan mengaku sempat mengayunkan samurai ke arah korban, namun senjata tersebut hanya mengenai sepeda motor milik korban.
Polisi menyita satu bilah senjata tajam jenis samurai sepanjang kurang lebih 85 cm sebagai barang bukti. Kini, pelaku telah diamankan di Mapolres Polman untuk proses hukum lebih lanjut.
Kepolisian juga mengungkapkan bahwa MH merupakan anggota geng pemuda bernama Anak Vholkam. Sementara korban diketahui tergabung dalam kelompok Anak Jalpas.
Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi, mengatakan, penangkapan berlangsung aman dan penyidikan masih terus dikembangkan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam insiden tersebut.
***




