POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengungkap adanya praktik kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2025.
Koordinator Pelaksana UTBK Unhas, Nurul Ichsani, menyampaikan ada dua bentuk kecurangan yang berhasil diungkap saat pelaksanaan UTBK SNBT di Universitas Hasanuddin.
Nurul Ichsani mengatakan, temuan pertama Unhas pada pelaksanaan UTBK SNBT adalah praktik perjokian yang melibatkan pengganti peserta ujian. Kasus ini teridentifikasi sebanyak dua kejadian di Universitas Hasanuddin.
Baca Juga: Kepala BKN Sampaikan Perkembangan Optimalisasi 1.967 CPNS, Prof Zudan: Diisi Rangking di Bawahnya
Sementara temuan kedua adalah dugaan manipulasi perangkat ujian, seperti pemasangan alat tertentu pada komputer UTBK yang diduga melibatkan tim IT Universitas Hasanuddin.
"Pertama tadi model perjokian yang menggantikan orang dan yang kedua itu ada terkait dengan pemasangan alat pada PC," kata Yuyu, sapaan karib Kasubdit Penermaan Mahasiswa Baru Universitas Hasanuddin itu kepada wartawan, Senin (5/5/2025).
Nurul Ichsani, menjelaskan bahwa modus perjokian dilakukan dengan mengganti peserta asli ujian. Pelaku terlebih dahulu mengedit kartu peserta, menyiapkan KTP palsu, serta memalsukan surat keterangan sekolah untuk meyakinkan panitia.
Ternyata pada temuan kecurangan prkatek joki tersebut berupaya mengajak tim IT Unhas untuk bekerjasama.
"Dari penyelidikan dan pengembangan kasus dari phak kepolisian didapatkan ada juga sindikat yg memanfaatkan dan juga berusaha untuk membujuk tim IT untuk ikut membantu dalam perjokian tersebut," ungkap dosen Departemen Komunikasi Unhas itu.
Pada kesempatan yang sama, Nurul Ichsani memastikan bahwa sasaran dari sindikat perjokian tidak hanya terbatas pada Unhas.
Baca Juga: 553 Atlet Muda Ramaikan Sirnas B di Makassar, GOR Representatif Perhelatan Sirkuit Nasional B Dipuji
"Jadi ada yang dari fakultas universitas favorit juga, ada yang dari UI, UGM, ada yang menyasar sekolah di ITB itu ada yang STR, yang rekayasa, komputasi, ada kedokteran, kedokteran gigi, seperti itu," katanya.
Sementara itu, terkait kasus kedua berupa pemasangan alat di perangkat UTBK, pihak Unhas belum mengungkap berapa jumlah personel IT yang terlibat karena penyelidikan masih berlangsung.
Baca Juga: Pelaku KDRT di Gowa Ditangkap, Korban Istri Hamil 1 Bulan, Begini Duduk Perkaranya
"Admin IT mohon maaf kami belum bisa sampaikan berapa total jumlah yang terlibat dan berapa, karena saat ini masih sementara didalami," kata dosen Departemen Ilmu Komunikasi Unhas itu.
Ia menambahkan bahwa Unhas akan terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menuntaskan kasus ini dan mencegah terulangnya praktik serupa di masa mendatang.
***




