POJOKSULSEL, GOWA - UIN Alauddin Makassar, tahun membangun gedung berlantai empat yang akan menjadi pusat informasi akademik dan kemahasiswaan di samping Gedung Auditorium, Kampus Kampus II, Romang Polong, Kabupaten Gowa.

Gedung Pusat Informasi Akademik dan Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar, didanai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai investasi mencapai Rp26 miliar.

Ketua Tim Perencana, Agustan, mengatakan Gedung Pusat Informasi Akademik dan Kemahasiswaan UIN Alauddin Makassar ditargetkan rampung pada 29 Oktober 2025.

“Insya Allah gedung ini ditargetkan selesai 29 Oktober 2025,” ujar Agustan dikutip rilis dari Laman UIN Alauddin.

Baca Juga: Tim Periodonsia RSKDGM Sulsel Ungkap Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Mulut, Ini Kata drg Afdalia Annisa

Lebih dari sekadar bangunan fisik, gedung ini akan menjadi “otak” sistem informasi kampus. Seluruh data akademik dan kemahasiswaan akan dikonsolidasikan di sini.

Data tersebut tidak hanya untuk kebutuhan internal, tetapi juga langsung terhubung dengan sistem pusat Kementerian Agama RI.

Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin, Prof Kamaluddin Abunawas, menegaskan pentingnya pembangunan gedung ini dalam mewujudkan kampus berbasis digital.

“Ini adalah ruh perguruan tinggi. Semua data akan terintegrasi, baik yang digunakan secara internal maupun yang tersambung ke pusat Kemenag,” terang Prof Kamaluddin Abunawas.

Baca Juga: Bidik 100 Ribu Pengunjung, Beautiful Malino 2025 Suguhkan Banyak Hal Baru. Catat Tanggalnya!

Dengan hadirnya pusat layanan terintegrasi ini, diharapkan pelayanan informasi di lingkungan kampus akan semakin efisien, modern, dan akurat. Kampus pun kian siap bersaing di era digitalisasi pendidikan tinggi.

“Pelayanan akademik dan kemahasiswaan harus terus bertransformasi. Gedung ini adalah salah satu bentuk keseriusan kami,” tandas Prof Kamaluddin Abunawas.

Sementara itu, pembangunan Gedung Pusat Layanan Informasi Akademik dan Kemahasiswaan UIN Alauddin mendapat perhatian langsung dari Kementerian Keuangan RI.

Selasa (24/6/2025), Direktur Direktorat Pembiayaan Syariah, Deni Ridwan, turun langsung ke Kampus II Romang Polong untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) proyek yang dibiayai lewat skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tersebut.

Kehadiran Deni disambut oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Alauddin, Prof Dr Kamaluddin Abunawas, yang mewakili Rektor.

Dalam keterangannya, Deni menegaskan pentingnya pemanfaatan dana SBSN secara optimal dan tepat guna.

“Pembangunan gedung ini harus benar-benar memberi dampak nyata, khususnya dalam peningkatan kualitas layanan pendidikan. Karena inilah wajah dari penggunaan dana investasi syariah yang dipercayakan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap, proyek-proyek yang dibiayai melalui SBSN seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap instrumen investasi syariah yang tengah tumbuh pesat di Indonesia.

***