POJOKSULSEL, GOWA - Rektor UIN Alauddin Makassar Prof Hamdan Juhannis mencetus istilah akulturasi keilmuan.

Hamdan Juhannis terinspirasi dari pidato pengukuhan 3 guru besar tetap UIN Alauddin Makassar.

"Kalau di bangsa kita, di negara kita, kita mengenal istilah akulturasi budaya. Kalau di UIN Alauddin Makassar Ini, dengan pidato tiga guru besar kita tadi, lahirlah istilah akulturasi keilmuan," ungka Hamdan Juhannis, Selasa (28/5/2024).

Baca Juga: Kabar Gembira! Sulsel Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Subsidi Senilai Rp2,5 Triliun

Hamdan Juhannis merasakan nuansa pengukuhan terdahsyat. Kombinasi pidato yang sangat paripurna.

"Saya merasakan ini adalah pengukuhan yang terdahsyat," katanya.

Ia mengatakan, pengukuhan tiga guru besar tetap UIN Alauddin Makassar terasa lengkap.

Baca Juga: Ketua Kelompok Tani di Bone Lapor Ke Amran Sulaiman Gegara Tidak Dapat Pupuk Subsidi

Mendengar pidato guru besar Biologi, guru besar Filsafat, dan guru besar Perbandingan Mazhab, dihadiri Pj Gubernur Sulsel, yang juga seorang guru besar.

Ia merespons pidato Prof Hafsan sebagai pidato Biologi yang puitis.

Prof Hafsan berhasil mentransformasi pelajaran Biologi dengan pidatonya menjadi sangat enak untuk dibaca.

Baca Juga: Mentan RI Amran Sulaiman Bawa Bantuan Rp410 miliar ke Sulawesi Selatan

"Dalam keterbatasan fisik dan psikis kita, ini kata Profesor Hafsan, dapat memodifikasi dialog antara nutrisi dan genetikgenetik untuk kesejahteraan yang lebih besar," kata dia.

Ia menilai, perjalanan nutrisi menuju ke genetik adalah perjalan yang membuktikan, bahwa dalam keterbatasan memungkinkan ada ruang tanpa batas.

Kemudian, pidato Prof Muhammad Shuhufi dinilai menarik pada kondisi pembentukan suatu kebenaran yang tidak memiliki metodologi keilmuan, itulah yan beliau sebagai post turth.

Maknanya apa, post turth itu adalah kebenatan yang hanya mendasarkan dirinya pada viralisasi.

"Apa yang vital itu yang benar, apa yang menurut orang banyak katakan, itu yang benar. Tetapi tidak ada metodologi keilmuan untuk sampai pada judgement kebenaran," katanya.

Baca Juga: Andi Sudirman Sulaiman Tanggapi Diusul NasDem Berpaket Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel

Fikih yang berkaitan dengan praktek ibadah keseharian yang sering didominasi oleh emosi keyakinan, sangat gampang dirasuki kebenaran post turth.

Ia juga merespon pidato Prof Barsihannor sebagai pidato yang dipersiapkan dengan sangat baik.

Diketahui, tiga guru besar UIN Alauddin yang dikukuhkan, yaitu:

Baca Juga: NasDem Usul Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi Duet di Pilgub Sulsel

Prof Dr Hafsan, S.Si., MPd dalam bidang Ilmu Biologi pada Fakultas Sains dan Teknologi (FST).

Prof Dr Muhammad Shuhufi, S.Ag., M.Ag dalam bidang Ilmu Perbandingan Mazhab pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

Prof Dr Barsihannor dalam bidang Ilmu Filsafat Islam pada Fakultas Adab dan Humaniora (FAH). ***