POJOKSULSEL, MAROS - Warga Kabupaten Maros dibuat waswas setelah angin puting beliung disertai hujan deras menerjang sejumlah wilayah dalam tiga hari terakhir. Peristiwa ini terjadi sejak Jumat (9/1/2026) dan mencapai puncaknya pada Selasa pagi (13/1/2026).

Bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras mengakibatkan delapan rumah warga mengalami kerusakan, sementara sembilan tiang listrik roboh di beberapa titik. Aliran listrik di sebagian wilayah Kabupaten Maros sempat padam semalaman.

Bupati Maros, Chaidir Syam, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut angin puting beliung dan hujan deras terjadi sekitar pukul 08.30 Wita di Desa Bori Masunggu dan Desa Bori Kamase, Kecamatan Maros Baru.

“Benar, telah terjadi angin puting beliung disertai hujan yang menyebabkan rumah warga rusak,” kata Chaidir Syam.

Baca Juga: Perempuan Masuk Bursa! Ini Sosok 4 Bakal Calon Rektor IAIN Parepare 2026-2030

Chaidir Syam merinci, tiga rumah terdampak berada di Desa Bori Kamase, sementara lima rumah lainnya berada di Desa Bori Masunggu.

Dari total delapan rumah tersebut, tiga rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.

“Kerusakan umumnya di bagian atap dan dinding rumah yang terlepas atau terbawa angin,” jelasnya.

Tak hanya merusak rumah warga, cuaca ekstrem ini juga menyebabkan dua pohon tumbang. Pohon-pohon tersebut menimpa jaringan listrik hingga membuat sejumlah tiang roboh dan pasokan listrik terhenti sementara.

Baca Juga: Bukan Tambal Sulam! Preservasi Paket IV Sulawesi Selatan Ubah Wajah Ruas Impa-Impa - Anabanua di Wajo

“Kami menangani dua pohon tumbang di Kota Maros yang mengakibatkan dua tiang listrik utama roboh. PLN terpaksa melakukan pemadaman semalaman, namun alhamdulillah sekarang listrik sudah kembali normal,” ujar Chaidir Syam.

Pemkab Maros melalui BPBD dan Dinas Sosial telah turun langsung ke lokasi terdampak. Bantuan logistik mulai disalurkan kepada warga, sementara pendataan kerusakan masih terus dilakukan.

“Pendataan dan asesmen lanjutan masih berjalan untuk memastikan seluruh dampak kerusakan tercatat dengan lengkap,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Maros, Towadeng, menyebut total sembilan tiang listrik roboh atau patah akibat pohon tumbang yang dipicu angin puting beliung.

Kerusakan tersebar di wilayah Kota Maros, Majannang, hingga sepanjang jalan poros Bantimurung.

“Rinciannya dua tiang di Kota Maros, dua di Majannang, dan lima di poros Bantimurung. Saat ini PLN masih melakukan penggantian tiang yang rusak berat,” jelas Towadeng.

BPBD Maros pun mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
***