POJOKSULSEL, WAJO - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) mengebut preservasi jalan paket IV dengan nilai kontrak mencapai Rp615,6 miliar.
Preservasi paket IV mencakup penanganan sepanjang 286,80 kilometer pada 15 ruas jalan provinsi Sulawesi Selatan, yang tersebar di Kabupaten Barru, Soppeng, Wajo, dan Bone.
Di Kabupaten Wajo, salah satu ruas preservasi jalan paket IV Sulawesi Selatan yang tengah dikerjakan adalah Impa-Impa – Anabanua sepanjang 16,9 kilometer.
Ruas ini dikenal sebagai jalur penghubung penting yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan dan kerap dikeluhkan warga.
Baca Juga: ASTAF Sambut Pelantikan Surianto, Liga Sepak Takraw Indonesia Jadi Sorotan Asia
HSE Officer PT Nindya Karya (Persero), Hadyan Rashidi, menjelaskan bahwa penanganan pada Paket IV dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya tambal sulam.
“Penanganan ruas Impa-Impa–Anabanua dilakukan secara komprehensif. Saat ini kami mengerjakan LPA (Lapisan Pondasi Atas) agregat kelas A, salah satunya di segmen sekitar Masjid Imaduddin Tancung, Kecamatan Tanasitolo,” ujar Hadyan Rashidi.
Hadyan Rashidi menegaskan, dalam Preservasi Paket IV, pekerjaan meliputi rekonstruksi jalan, pemeliharaan rutin, rehabilitasi minor hingga mayor, termasuk pengaspalan atau hotmix. Seluruh tahapan disesuaikan dengan kondisi eksisting tiap segmen jalan.
“Pekerjaan diawali dengan identifikasi kondisi jalan. Untuk penanganan minor, kami lakukan pembangunan JPT seperti talud dan pembatas jalan. Setelah itu masuk ke LPA agregat, pekerjaan mayor, hingga tahap akhir pengaspalan,” jelas Hadyan Rashidi.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Katimbang Makassar Tersebar di 4 Titik, Pemprov Sulsel Sudah Beri Bantuan
Untuk ruas Impa-Impa–Anabanua, penyelesaian ditargetkan rampung dan dipercepat paling lambat pertengahan Maret 2026, atau sebelum Hari Raya Idulfitri. Selanjutnya, pekerjaan Paket IV akan bergeser ke ruas Ulugalung dan Salaonro.
Dari sisi keselamatan, Hadyan Rashidi memastikan manajemen lalu lintas menjadi prioritas selama pekerjaan berlangsung. Tim K3 disiagakan di setiap titik pekerjaan dengan sistem buka tutup jalur.
“Setiap titik ada flagman, pengaturan lalu lintas, dan pengawasan ketat. Selain dari internal kami, konsultan pengawas juga memastikan pekerjaan berjalan aman dan tertib,” ujar Hadyan Rashidi
Seiring progres pengerjaan Preservasi Paket IV, manfaatnya mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Hasni M, warga Baru Tancung, Kecamatan Tanasitolo, mengaku kondisi jalan sebelumnya sangat memprihatinkan.
“Dulu jalannya banyak lubang, kalau hujan jadi kubangan air. Sekarang sudah mulai lancar, perjalanan jadi lebih cepat,” katanya.
Hal serupa disampaikan Burhan Cora, warga yang rumahnya berada di tepi ruas jalan tersebut. Ia menyebut sebagian ruas telah diaspal dan dampaknya langsung terasa.
“Dulu debunya luar biasa. Sekarang sudah mulai diaspal, kendaraan lancar, aktivitas masyarakat juga lebih nyaman,” ujarnya. ***




