POJOKSULSEL, MAKASSAR - Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) menyambut positif pelantikan H. Surianto sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) yang digelar secara resmi di Makassar, Indonesia.
ASTAF juga memberikan perhatian khusus terhadap rencana pengguliran Liga Sepak Takraw Indonesia sebagai bagian dari pembinaan atlet nasional.
ASTAF menaruh harapan besar kepada Surianto beserta jajaran pengurus PB PSTI yang baru atas amanah dan kepercayaan yang diberikan untuk memajukan olahraga sepak takraw di Indonesia.
Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF) sekaligus Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF), Datuk Abdul Halim Bin Kader, menilai pelantikan tersebut merupakan amanah besar yang mencerminkan kapabilitas, integritas, serta dedikasi H. Surianto dalam membangun sepaktakraw Indonesia.
Baca Juga: Pengungsi Banjir Katimbang Makassar Tersebar di 4 Titik, Pemprov Sulsel Sudah Beri Bantuan
“Saya meyakini, di bawah kepemimpinan Bapak Surianto, PB PSTI akan semakin solid, profesional, dan berprestasi, baik di tingkat regional, Asia, maupun internasional,” ujar Datuk Abdul Halim melalui keterangan tertulis.
Ia menambahkan, prosesi pelantikan yang disempurnakan oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman menjadi simbol kuat komitmen nasional Indonesia dalam memperkukuh sepak takraw.
Tidak hanya sebagai cabang olahraga berprestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya rumpun Melayu yang telah berakar sejak ratusan tahun lalu.
ASTAF, lanjutnya, memandang serius dan positif visi kepemimpinan H. Surianto yang menekankan penguatan struktur organisasi serta profesionalisme pengelolaan PB PSTI.
Baca Juga: Nama-nama Peneliti UIN Alauddin Makassar Lolos Pendanaan Riset MoRA TAF 2025, Terbanyak se-Indonesia
“Termasuk agenda pembentukan Liga Sepak Takraw Indonesia sebagai platform pembinaan bakat nasional secara sistematis,” jelasnya.
Selain itu, ASTAF juga menyoroti fokus PB PSTI dalam peningkatan kualitas latihan dan prestasi atlet untuk menghadapi berbagai kejuaraan internasional, baik di tingkat Asia maupun dunia.
Sinergi antara PB PSTI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah juga dinilai menjadi kunci penting bagi pembangunan sepaktakraw yang berkelanjutan dan inklusif.
ASTAF meyakini pengalaman, komitmen pribadi, serta kecintaan H. Surianto terhadap sepaktakraw akan menjadi pemicu kebangkitan prestasi Indonesia di kancah Asia dan dunia, sekaligus memberi kontribusi signifikan bagi kemajuan ekosistem sepaktakraw regional.
“Sehubungan itu, ASTAF menegaskan komitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan PB PSTI di bawah kepemimpinan baru ini, khususnya dalam pengembangan atlet, pengelolaan kejuaraan, pendidikan kepelatihan, serta penguatan integritas olahraga,” ungkap Datuk Abdul Halim.
Sebagai Presiden ASTAF, ia optimistis bahwa dengan kepemimpinan yang bersatu, berwawasan, dan berintegritas, sepaktakraw Indonesia akan melangkah lebih jauh dan memainkan peran strategis dalam membentuk masa depan sepaktakraw Asia.
***




