MAMUJU, SULSEL.POJOKSATU.id - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk bersubsidi jenis NPK Kakao di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sebesar 909,55 ton. Stok ini untuk mendukung kelancaran petani dalam penebusan, terlebih pemerintah telah menambah alokasinya di Mamuju sebesar 500 ton menjadi 5.670 ton.

Stok tersebut sekarang tersebar di berbagai lini distribusi. Di tingkat kios atau Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS) sebanyak 6,6 ton, Pelaku Usaha Distribusi (PUD) sebanyak 13 ton, serta Gudang Penyangga (GP) sebanyak 889,95 ton.

Regional CEO 4 Pupuk Indonesia, Wisnu Ramadhani, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemantauan, stok NPK Kakao di Kabupaten Mamuju masih tersedia dan mencukupi. Pupuk Indonesia juga terus mengawal penyalurannya agar kebutuhan petani yang telah terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) dapat terpenuhi sesuai ketentuan.

"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani agar kebutuhan petani dapat terakomodasi dengan baik. Dengan kebutuhan pupuk terpenuhi dengan baik, harapannya produktivitasnya pun semakin optimal," ujar Wisnu.

Lebih lanjut ia menjelaskan, untuk memenuhi kebutuhan petani terhadap NPK Kakao dengan optimal, pemerintah daerah telah melakukan realokasi atau penyesuaian alokasi. Dikatakan Wisnu, kebutuhan pupuk di lapangan dapat mengalami dinamika seiring dengan musim tanam dan perkembangan kebutuhan petani.

Penambahan alokasi ini ditetapkan melalui Keputusan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Mamuju Nomor 520/372.a/X/2026/DTPHP tentang Realokasi Kedua Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Kabupaten Mamuju Tahun Anggaran 2026. Penambahan ini berlaku mulai 30 Oktober 2026.

"Penyesuaian alokasi ini merupakan salah satu upaya untuk mengakomodasi kebutuhan pupuk petani di lapangan. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penyaluran pupuk dapat berjalan sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku," ujar Wisnu.

Pemerintah menambah alokasi hampir merata di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Mamuju alokasi NPK Kakao bertambah dari 270 ton menjadi 300 ton, kemudian di Kalukku dari 780 ton bertambah menjadi 830 ton.

Sementara penambahan alokasi di Kecamatan Kalumpang dari 20 ton menjadi 25 ton, Papalang dari 1.341 ton menjadi 1.411 ton, Sampaga dari 1.062 ton menjadi 1.112 ton, Tommo dari 1.091 ton menjadi 1.216 ton, Simboro dari 350 ton menjadi 400 ton. Terakhir, di Kecamatan Tapalang Barat alokasi semula 50 ton bertambah menjadi 70 ton.

Sementara dari sisi realisasi, Wisnu mengungkapkan, hingga 3 November 2026, penyaluran NPK Kakao di Kabupaten Mamuju telah mencapai 4.672 ton atau 82,40 persen dari total alokasi 5.670 ton. Khusus Kecamatan Mamuju, pada periode yang sama, realisasi penyalurannya telah mencapai 254 ton atau sekitar 84,67 persen dari alokasi.

"Jumlah tersebut disalurkan untuk memenuhi kebutuhan petani yang tercatat dalam e-RDKK. Dengan demikian petani dapat melakukan sesuai jadwal dan kebutuhan, produktivitasnya pun optimal," ujar Wisnu.

Terakhir ia mengatakan, Pupuk Indonesia terus berkoordinasi dengan kelompok tani, PUD, dan PPTS untuk mempercepat penyaluran sisa alokasi. Koordinasi dengan dinas terkait juga dilakukan untuk memantau perkembangan kebutuhan pupuk di lapangan serta mengidentifikasi kemungkinan penyesuaian alokasi apabila diperlukan.

"Yang terpenting bagi kami adalah memastikan pupuk tersedia dan dapat diterima petani yang berhak sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Kami akan terus hadir mengawal proses distribusi, sekaligus memastikan setiap kendala yang dihadapi petani dapat dikoordinasikan dan dicarikan solusinya bersama pemerintah daerah," tutup Wisnu.