KENDARI, SULSEL.POJOKSATU.id - Prof H. Moh. Yahya Obaid ditetapkan sebagai Ketua Ikatan Alumni (IKA) STAIN/IAIN/UIN Kendari periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Besar (Mubes) IKA UIN Kendari di Ballroom Laboratorium Multimedia UIN Kendari, Kamis (29/10/2026).
Dalam musyawarah tersebut, H. Jahuddin juga ditetapkan sebagai sekretaris IKA UIN Kendari untuk periode yang sama.
Penetapan Prof Yahya Obaid sebagai ketua dan H. Jahuddin sebagai sekretaris dilakukan melalui rapat terbatas Tim 13. Tim tersebut mendapat mandat dari para alumni yang menghadiri Mubes IKA UIN Kendari.
Ketiga belas alumni yang masuk dalam tim 13, yaitu Prof H. Moh. Yahya Obaid, Dr. H. Sukring Syamsuddin, Dr. H. Supriyanto, Prof. H. Abdul Kadir, Prof. H. Pairin, Untung Taslim SAg, H. Jahuddin MSi, Drs. Khalik, Prof. Hadi Mahmud, Prof. Herman, Kompol Alwi S.Ag, Salimin SAg, dan Aliyadin S.Pd.
Dr. H. Abbas Tekeng ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee. Ada tiga keputusan penting dalam Mubes IKA UIN Kendari.
Pertama, menunjuk 13 alumni sebagai tim yang bertugas menentukan formatur terpilih sekaligus menyusun komposisi kepengurusan IKA STAIN/IAIN/UIN Kendari periode 2026-2031.
Kedua, meminta Tim 13 menyusun komposisi kepengurusan selambat-lambatnya 14 hari setelah Mubes.
Ketiga, meminta pimpinan institusi, dalam hal ini Rektor UIN Kendari, menyiapkan ruangan khusus sebagai sekretariat IKA STAIN/IAIN/UIN Kendari.
Mubes IKA UIN Kendari Dirangkaikan Kuliah Umum
Musyawarah IKA UIN Kendari dirangkaikan dengan Kuliah Umum dengan tema “Sinergi Akademik dan Stakeholders: Strategi Penguatan Karir dan Daya Saing Alumni di Era AI dan Transformasi Digital”.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar Prof H Abd Rasyid Masri, yang juga alumni UIN Kendari menjadi pembicara kuliah umum.
Kuliah umum tersebut membahas sinergi akademik dan pemangku kepentingan dalam memperkuat karier serta daya saing alumni di era AI dan transformasi digital.
Rektor UIN Kendari, Prof. H. Husain Insawan, menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Ia menegaskan pentingnya penyesuaian dalam menghadapi perubahan teknologi yang terus berkembang.
“Di era digital ini, terutama dengan munculnya AI, memang penuh dengan tantangan. Tetapi, perlu juga kita lakukan penyesuaian-penyesuaian, apalagi kita berpacu dengan metaverse, artificial intelligence, dan lain sebagainya,” ujarnya saat membuka kegiatan dikutip laman resmi UIN Kendari.
Profil Singkat Prof Yahya Obaid
Prof Yahya Obaid merupakan guru besar bidang Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam UIN Kendari. Ia dikukuhkan sebagai guru besar ke-15 UIN Kendari pada 19 Januari 2025.
Pria kelahiran Tuban, Jawa Timur tahun 1965 itu merupakan jebolan doktor UIN Alauddin Makassar tahun 2015.






