POLEWALI MNADAR - SULSEL.POJOKSATU.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Pemprov Sulbar) menyiapkan pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo di Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

Tahap awal pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo di Desa Nepo difokuskan pada pemeriksaan kesiapan lahan milik pemerintah provinsi seluas 1 hektare.

Peninjauan lokasi pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo di Desa Nepo dilakukan Dinas Pendidikan Sulbar bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Perhubungan (Perkimtanhub) Sulbar pada Selasa (6/10/2026).

Kepala Bidang Pertanahan Perkimtanhub Sulbar, Fauzan, mengatakan lahan yang ditinjau merupakan bagian dari aset Pemprov Sulbar dengan luas keseluruhan sekitar 5 hektare. Dari total tersebut, sekitar 1 hektare direncanakan untuk pembangunan sekolah baru.

“Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi dan kesiapan lahan dalam mendukung rencana pembangunan tersebut,” kata Fauzan.

Rencana pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo ditujukan untuk memperluas akses pendidikan menengah atas bagi masyarakat di Kecamatan Wonomulyo dan sekitarnya.

Berdasarkan data administrasi kependudukan Semester I 2025 yang tercantum dalam perencanaan, jumlah penduduk Wonomulyo mencapai sekitar 53.110 jiwa.

Sementara itu, publikasi BPS Kabupaten Polewali Mandar dalam Kecamatan Wonomulyo Dalam Angka 2024 mencatat jumlah penduduk sebanyak 52.311 jiwa.

Pemerintah provinsi menilai kebutuhan layanan pendidikan perlu menjadi pertimbangan dalam pengembangan fasilitas sekolah. Saat ini, Wonomulyo disebut baru memiliki satu SMA negeri.

Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka mengatakan penambahan sekolah perlu disiapkan berdasarkan kebutuhan masyarakat, termasuk kesiapan lahan, sarana prasarana, dan tenaga pendidik.

“Pemerintah harus memastikan anak-anak kita mendapatkan akses pendidikan yang baik. Karena itu, kebutuhan sekolah di setiap wilayah harus kita lihat berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” kata Suhardi Duka.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkimtanhub Sulbar, Maddareski Salatin, menegaskan bahwa kesiapan aspek pertanahan dan pemanfaatan aset harus dipastikan sejak tahap perencanaan.

Menurutnya, koordinasi lintas perangkat daerah diperlukan agar aset pemerintah dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan dan mendukung pelayanan publik.

Meski peninjauan lahan telah dilakukan, pembangunan SMA Negeri 2 Wonomulyo masih memerlukan tahapan persiapan lanjutan.

Perencanaan sarana prasarana, akses sekolah, serta kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan menjadi bagian yang perlu diperhatikan sebelum sekolah dapat beroperasi.

Pemprov Sulbar berharap rencana pembangunan tersebut dapat memperluas pilihan bagi lulusan SMP atau sederajat untuk melanjutkan pendidikan menengah atas di Wonomulyo dan wilayah sekitarnya.