POJOKSULSEL, PANGKEP - Pekan Pesantren Kilat menjadi cara Universitas Muslim Indonesia (UMI) membentuk karakter mahasiswa baru.
Pekan Pesantren Kilat UMI dipusatkan di Pesantren Mahasiswa Darul Mukhlisin Padang Lampe.
Ketua panitia Pekan Pesantren Kilat UMI, Hj Nurfadila Mappaselleng mengatakan, Pekan Pesantren Kilat UMI untuk saat ini telah terprogram dalam lima gelombang.
Ia mengatakan, dua gelombang mahasiswa baru telah selesai mengikuti Pekan Pesantren Kilat, yaitu 433 orang dari Fakultas Hukum. Gelombang II sebanyak 460 orang gabungan Fakultas Sastra dan Fakultas Ekonomi.
Baca Juga: Giliran Gerindra Serahkan B1 KWK ke Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi, Disaksikan Andi Iwan
"Gelombang ketiga diikuti oleh mahasiswa dari mahasiswa Fakultas Kesmas 227 orang dan mahasiswa Fakultas Farmasi 236 orang," kata Nurfadila yang juga Wakil Rektor III UMI kepada wartawan di Pesantren Padang Lampe UMI, Sabtu (24/8/2024).
Ia menjelaskan para peserta Pekan Pesantren Kilat UMI berlangsung selama tiga hari dengan menggunakan model pembinaan ala Pesantren Padang Lampe.
Para mahasiswa baru akan dibimbing oleh 60 orang ustaz dan ustazah di bawah pembinaan Pesantren Padang Lampe UMI.
Baca Juga: Pilkada Bone 2024, Perang Adrenalin Tiga Pasangan Figur. Ini Keseruannya
"Kita selaku panitia hanya bagaimana mendatangkan, mengatur keamanannya di sini. Tapi semua pembinaan sampai konsumsi ssmua adalah pesantren," katanya.
Ia mengatakan, pekan pesantren kilat akan berlangsung sampai tanggal 30 Agustus untuk 5 gelombang.
Selanjutnya, kata Nurfadila Mappaselleng, mahasi baru yang belum terakomodir dalam Pekan Pesantren Kilat UMI akan kembali diprogramkan setelah acara wisuda selesai.
Baca Juga: Utusan Sulawesi Barat Peringkat 2 PAI Award 2024. Selamat Ustaz Jamaluddin!
"Kemungkinan kita akan bertambah tiga sampai empat angkatan. Campuran namanya," kata Nurfadila Mappaselleng.
Pada kesempatan itu, Nurfadila menjelaskan materi-materi yang diterima mahasiswa baru selama mengikuti Pekan Pesantren Kilat.
Seperti materi dari yayasan Wakaf UMI tentang program-program keseluruhan yayasan.
"Kemudian Rektor juga akan menyampaikan materi dari segi kepemimpinan sebagai Rektor," katanya.
Baca Juga: DPR Batalkan Revisi UU Pilkada, Sufmi Dasco Ahmad Beri Penjelasan
Para wakil Rektor UMI juga akan menjabarkan materi sesuai dengan bidang yang dibawahinya.
"Khusus bidang kerjasama itu memang sedang digalakkan untuk menuju world class university," katanya.
Selain itu, mahasiswa baru akan mengikuti kegiatan rutin seperti zikir, mengaji, salat lail, serta akan lebih banyak melaksanakan kegiatan di masjid.
Baca Juga: Amarun Agung Hamka Sebut Stunting sebagai Masalah Genting
"Di Padang Lampe ini mengambim zikir yang khas sejak pendahulu-pendahulu dari UMI itu sudah menerapkan di sini. Tetapi jelas Ahlu Sunnah wal Jamaah,' ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UMI Prof Sufirman Rahman mengatakan Pekan Pesantren Kilat adalah merupakan cara UMI di dalam penyembutan mahasiswa baru.
Ia mengatakan, Pekan Pesantren kilat adalah model UMI dalam mengawali proses pembentukan karakter sebelum memasuki masa perkuliahan aktif.
Baca Juga: Unhas Kembali Raih 5 Penghargaan di Ajang PKM Award 2024. Apa Saja?
"Kalau kita lihat UU pendidikan nasional, di situ dijelaskan bahwa tujuan pendidikan nasional bukan hanya dilakukan transformasi ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan hanya dibuat sedemikian rupa agar cerdas akal, tapi juga bertujuan bagaimana membentuk karakter dari anak-anak peserta didik," ungkapnya.
Pendidikan karakter mahasiswa UMI akan terus berlanjut secara bertahap. Sehingga, mahasiswa tidak hanya akan cakap tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya.
Tetapi, mahasiswa UMI juga harus memiliki karakter yang mencerminkan pada akhlakul karimah.
"UMI juga ingin menghasilkan luaran atau alumnibyang berilmu amaliah, beramal ilmiah, dan berdaya saing internasional," kata Prof Sufirman.***




