POJOKSULSEL, MAKASSAR - Utusan Sulawesi Barat (Sulbar) peringkat 2 pada ajang PAI Award 2024 kategori pemberdayaan ekonomi umat.
Ia adalah Ustaz Jamaluddin. Penyuluh Agama Islam dari Kabupaten Mamasa, Sulbar.
Jamaluddin mendapatkan nilai 81,42 pada PAI Award 2024. Nilainya hanya terpaut 1,5 dari peringkat 1 PAI Award 2024 Dewi Sartika dari Bengkulu (82,92).
Baca Juga: UMI Tambah Satu Guru Besar, Rektor Prof Sufirman Optimistis Miliki 88 Profesor Tahun Ini
Jamaluddin memaparkan tentang Binaan Bimbingan dan Penyuluhan bagi Penyuluh Agama Islam di Kecamatan Mamasa yaitu Majelis Taklim Mualaf.
Kegiatan pemberdayaan ekonomi bagi keluarga mualaf merupakan upaya penguatan kemampuan ekonomi dalam rangka peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.
Jamaluddin memaparkan tiga strategi pembinaan dan pemberdayaan ekonomi mualaf, yaitu:
Baca Juga: Innalillahi! Ayah Meninggal pada Hari Pengukuhan Prof Askari Razak sebagai Guru Besar UMI Makassar
1. Pengembangan kapasitas Sumber Daya Manusia, yaitu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan wirausaha muallaf melalui pelatihan dan pendampingan.
2. Perluasan akses, bertujuan untuk mendapatkan bantuan modal usaha dan pemasaran.
3. Penguatan kelembagaan, yaitu mengembangkan lembaga ekonomi umat yang kuat dan berkelanjutan, seperti koperasi dan UMKM.
Baca Juga: Mantan Pimpinan LPSK Dikukuhkan sebagai Guru Besar Fakultas Hukum UMI
Selain itu, hadirnya program pemberdayaan ekonomi mualaf tersebut juga dalam rangka menjaga motivasi beragama, memperkuat integrasi dengan keluarga baru mereka dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Barat, Adnan Nota mengatakan bahwa tidak mudah untuk bisa sampai pada peringkat 2 PAI Award 2024, kategori pemberdayaan ekonomi umat.
"Kita sudah berusaha memberikan yang terbaik, di urutan ke 2 itu bukanlah sesuatu yang mudah, hanya belum rejeki menjadi yang terbaik," kata Adnan Nota dilansir laman Kemenag Sulbar.
Ia pun berharap bahwa ke depan para penyuluh-penyuluh agama yang ada di Sulawesi Barat untuk dapat menjadikan momentum ini sebagai cambuk positif, untuk lebih berkreasi dalam mewujudkan kemaslahatan umat.
"Bukan kepintaran kita berceramah, melainkan seberapa besar pengaruh dan manfaat yang dirasakan oleh umat atas kehadiran penyuluh, sehingga di ajang PAI Award Nasional 2024 bisa berprestasi dan menjadi yang terbaik," katanya.***




