MAMUJU, SULSEL.POJOKSATU.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat (Dikbud Sulbar) memberikan perhatian terkait kabut asap Sulbar yang dalam beberapa hari terakhir masih menyelimuti sejumlah wilayah. Kegiatan belajar mengajar diminta menyesuaikan kondisi kualitas udara demi melindungi kesehatan siswa, guru, dan tenaga kependidikan.

Melalui surat imbauan tertanggal 12 Oktober 2026, Kepala Dikbud Sulbar, Muhammad Nehru Sagena, meminta kepala SMA, SMK, dan SLB di seluruh Sulbar memantau kualitas udara di lingkungan sekolah secara berkala.

Sekolah juga diminta mengambil langkah penanganan sesuai tingkat paparan asap di wilayah masing-masing. Jika kondisi udara membahayakan kesehatan, pembelajaran tatap muka dapat dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau belajar dari rumah (BDR).

Namun, pengalihan pembelajaran tidak bisa dilakukan secara otomatis. Sekolah harus lebih dahulu melaporkan dan mengoordinasikan rencana tersebut dengan Dinas Pendidikan atau pengawas sekolah setempat.

"Pengalihan tersebut tidak dilakukan secara otomatis. Sekolah wajib melaporkan dan mengoordinasikan rencana PJJ dengan Dinas Pendidikan atau pengawas sekolah setempat sebelum menerapkannya," tulis Nehru dalam surat imbauannya, Senin, 12 Oktober 2026.

Paparan Asap Ringan hingga Sedang, Masker Diwajibkan

Dalam imbauan tersebut, Dikbud Sulbar menegaskan bahwa kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan harus menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan sekolah.

Untuk sekolah yang berada di wilayah dengan dampak asap ringan hingga sedang, penggunaan masker diminta menjadi kewajiban bagi seluruh warga sekolah.

Aktivitas di luar ruangan, seperti pelajaran olahraga dan upacara bendera, juga perlu dibatasi atau ditiadakan sesuai kondisi kualitas udara.

Sekolah turut diminta menyediakan fasilitas cuci tangan serta mengingatkan siswa dan seluruh warga sekolah untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Sementara itu, sekolah yang berada di wilayah dengan paparan asap berat hingga berisiko bagi kesehatan diperbolehkan mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi PJJ atau BDR setelah melalui koordinasi dengan pihak terkait.

Kabut Asap Diduga Berkaitan dengan Karhutla di Luar Sulbar

Kabut asap yang muncul dalam beberapa hari terakhir diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di luar Sulawesi Barat, termasuk Kalimantan, Maluku, hingga Papua.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara dapat memengaruhi aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan di sekolah.

Meski demikian, penanganan di setiap sekolah diminta mempertimbangkan kondisi nyata di wilayah masing-masing. Sekolah yang berada di daerah aman dan tidak terdampak karhutla tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa, sembari mengantisipasi kemungkinan perubahan kualitas udara.

Dikbud Sulbar juga meminta kepala sekolah melaporkan perkembangan kondisi lingkungan sekolah dan langkah penanganan yang telah dilakukan secara berkala kepada pengawas pembina atau Dinas Pendidikan.