POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene menutup penghujung 2025 dengan capaian penting. Prof. Dr. Muliadi, S.Ag., M.Sos.I., berhasil meraih jabatan fungsional dosen sebagai guru besar.
Pengangkatan Prof Muliadi menjadikannya guru besar keenam yang lahir dari STAIN Majene sejak institusi tersebut berdiri pada 2016.
Prof Muliadi dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Sosiologi Dakwah di STAIN Majene, bidang yang selama bertahun-tahun ia tekuni baik melalui riset, publikasi, maupun pengabdian ke masyarakat.
Baca Juga: UIN Alauddin Makassar Tambah Tujuh Guru Besar Baru di Akhir 2025: Ini Nama-Namanya
Prof Muliadi menjelaskan bahwa proses menuju jabatan akademik tertinggi itu diikuti secara ketat dan bertahap. Dimulai dari pemeriksaan portofolio hingga pemenuhan syarat khusus berupa publikasi artikel bereputasi Scopus.
“Setelah dinyatakan memenuhi syarat, saya mengikuti uji kompetensi bulan lalu di Jakarta. Itu prosedur wajib yang harus dilewati di Kementerian Agama,” ujarnya.
Hasil uji kompetensi tersebut kemudian menjadi dasar penerbitan KMA yang menetapkan dirinya sebagai guru besar.
Baca Juga: STAIN Majene Tambah Guru Besar: Prof Muliadi Resmi Sandang Gelar Profesor Sosiologi Dakwah
Profil Prof Muliadi
Lahir di Tammanagalle, 28 Februari 1973, Muliadi tumbuh dalam lingkungan sosial-keagamaan yang kuat.
Pendidikan formalnya dimulai dari MAN Majene (1992), titik awal yang mengarahkan dirinya pada minat kajian dakwah dan sosial keagamaan.
Selepas itu, ia melanjutkan studi S1 di IAIN Alauddin Makassar, dan lulus pada 1996. Jalan akademiknya belum berhenti.
Ia kembali menempuh pendidikan magister (S2) dan doktoral (S3) di UIN Alauddin Makassar pada rentang 2002 hingga 2020, menandai dua dekade perjalanan akademik yang konsisten dan matang dalam disiplin Sosiologi Dakwah.
Baca Juga: Kodau II Mulai Bangun Satuan Pelayanan Gizi di Maccopa, Target Layani Ribuan Warga Januari 2026
Sejak muda, Prof Muliadi aktif di berbagai organisasi. Ia pernah menjadi Pengurus OSIS MAN Majene, Pengurus PMII Fakultas Dakwah, Pengurus Cabang PMII Makassar, dan Ketua Umum KPM PMM Polmas.
Keterlibatan itu berlanjut pada organisasi tingkat wilayah dan nasional, seperti Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Sulbar, Pengurus MUI Sulbar, Anggota KAP Sulbar, Ketua Umum FORKOPIS/ASKOPIS Nasional.
Ia juga aktif sebagai Pengurus APDI Nasional, Dewan Pembina ISKI Sulbar, hingga Penasehat BWI Majene.
Jaringan organisasi ini memperkuat cara pandang ilmiahnya, sekaligus memberinya kedekatan dengan dinamika masyarakat Sulawesi Barat.
Karier akademiknya dimulai dari Ketua Jurusan KPI UIN Alauddin Makassar (2 periode), Ketua Jurusan Jurnalistik (1 tahun), Staf Ahli DPRD Provinsi Sulbar (2 tahun), dan Wakil Ketua I STAIN Majene (2017–2025).
***




