POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan keagamaan di Tanah Mandar. Prof KH Muhammad Mawardi Djalaluddin (Annangguru Mawardi), Ketua Senat STAIN Majene, wafat, Selasa (5/8/2025) pukul 01.57 Wita.
Annangguru Mawardi wafat di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada usia 66 tahun. Pakar Ushul Fiqh STAIN Majene itu dimakamkan di Komplek Masjid Besar Al-Hurriyyah Tinambung, Polewali Mandar.
Annangguru Mawardi adalah guru besar Ushul Fiqh STAIN Majene. Ia profesor pertama. Sekaligus salah satu pendiri PTKIN pertama di Sulbar.
Almarhum yang dikenal sebagai ulama kharismatik sekaligus akademisi mumpuni ini lahir di Majene, 31 Desember 1958. Jejak keilmuannya panjang dan kokoh.
Pendidikan dasar beliau ditempuh di Tinambung, dimulai dari SD (1964–1970).
Dilanjutkan dengan Pendidikan Guru Agama (PGA) 4 tahun (1974) dan PGA 6 tahun (1976), juga masih di Tinambung.
Perjalanan intelektualnya terus menanjak. Tahun 1977, beliau masuk Fakultas Adab IAIN Alauddin Makassar.
Baca Juga: Maros Sabet Penghargaan Nasional Soal Lingkungan, Kembangkan Inovasi Ini
Tak lama berselang, almarhum menempuh pendidikan tinggi di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, pada Fakultas Syariah hingga lulus pada 1984.
Sekembalinya ke tanah air, Prof Mawardi melanjutkan studi pada Fakultas Syariah, Jurusan Pidana-Perdata IAIN Alauddin Makassar dan tuntas pada 1989.
Ia juga meraih gelar Magister dalam bidang Ushul Fiqh (Hukum Islam) dari Pascasarjana IAIN Alauddin Makassar (1998).
Tak berhenti di situ, gelar doktor diraihnya dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Program Pascasarjana Jurusan Syariah pada 2008.
Baca Juga: Pelayanan Kesehatan Bergerak Sasar Dua Kabupaten Kepulauan, Gubernur Sulsel Beri Tugas Khusus
Almarhum Annangguru Mawardi mengawali karier sebagai dosen di UIN Alauddin Makassar.
Pada periode mengabdi di UIN Alauddin, beliau pernah dipercaya sebagai tenaga pendamping program membaca kitab Kuning Fakultas Syariah dan Hukum.
Kemudian, dipercaya sebagai dosen Pascasarjana UIN Alauddin Makassar (2008-2016). Lalu dosen Pascasarja UIM (2010-2016)
Annagguru Mawardi kemudian hijrah ke STAIN Majene di tahun 2016. Ia mengabdi di tanah kelahirannya.
Beliau tercatat sebagai ketua pertama Jurusan Syariah dan Hukum Ekonomi Islam STAIN Majene.
Baca Juga: 391 Dosen Unhas Penuhi Syarat Ikut Penjaringan Bakal Calon Rektor Periode 2026-2030
Gelar akademik tertinggi diraihnya pada awal tahun 2024. Annangguru Mawardi dikukuhkan sebagai Guru besar tetat STAIN Majene pada 19 Agustus 2024.
Ia menyampaikan pidato pengukuhan berjudul Reposisi Penerapam Al-Mursalah dalam Penemuan Hukum Fiqh.
Kehilangan sosok Prof Mawardi adalah duka mendalam bagi civitas akademika STAIN Majene dan dunia pendidikan Islam Indonesia.
Selamat jalan, Guru Bangsa. Ilmumu abadi, jejakmu menuntun kami.
***




