POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali mengukuhkan empat guru besar, Selasa (5/8/2025)
Kali ini, empat guru besar yang dikukuhkan semuanya berasal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Menariknya, keempat guru besar FISIP Unhas yang dikukuhkan kali ini berasal dari lintas disiplin ilmu yang berbeda.
Berikut profil singkatnya:
Baca Juga: Innalillah. Ketua Senat STAIN Majene Wafat, Selamat Jalan Annangguru Prof Mawardi Djalaluddin
1. Prof. Dr. A.M, Rusli., M.Si
Prof Rusli dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ekologi Pemerintahan.
Ia diterima sebagai anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor anggota 594.
Prof Rusli menyampaikan orasi berjudul Patologi Birokrasi dalam Persfektif Ekologi Pemerintahan.
Prof Rusli lahir di Cangadi, Soppeng, 27 Juli 1964. Jabatan fungsional guru besar dengan pangkat Pembina Utama IV/c.
Baca Juga: Maros Sabet Penghargaan Nasional Soal Lingkungan, Kembangkan Inovasi Ini
Karier pendidikannya dimulai dari SDN 68 Cangadi II Soppeng (1976), berlanjut ke SMP Negeri 1129 (1980), dan SMA Negeri 800 (1983).
Ia melanjutkan studi S1 di Program Ilmu Pemerintahan Unhas, lulus 1987.
Gelar magister diraih dari Pascasarjana UNAIR Surabaya bidang Ilmu-Ilmu Sosial (1988), sebelum menuntaskan doktoral di Administrasi Publik, Pascasarjana Unhas pada 2014.
Di kampus merah, Prof Rusli pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Ilmu Pemerintahan (2020–2024).
Saat ini, ia dipercaya memimpin Program Magister Ilmu Pemerintahan FISIP Unhas sejak 2024.
2. Prof. Dr. Gustiana A Kambo., SIP., M.Si
Prof Gustiana dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Politik Identitas FISIPOL Unhas.
Ia diterima sebagai anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor anggota 595.
Baca Juga: Pelayanan Kesehatan Bergerak Sasar Dua Kabupaten Kepulauan, Gubernur Sulsel Beri Tugas Khusus
Prof Gustian menyampaikan orasi berjudul Diskursif Pemikiran Politik Identitas dalam Ranah Kepentingan Keberagaman dan Kepentingan Kelembagaan.
Prof Dr Gustiana A Kambo lahir di Polmas (sekarang Polewali Mandar), 13 Agustus 1973.
Jejak pendidikan Prof Gustiana dimulai dari Ilmu Politik Unhas, tempat ia meraih gelar sarjana pada 1997 sekaligus dinobatkan sebagai Mahasiswa Terbaik FISIP Unhas tahun itu.
Ia melanjutkan studi magister dan doktoral di UNAIR Surabaya, keduanya dalam bidang Ilmu Sosial dengan konsentrasi Ilmu Politik. Gelar doktor diselesaikannya pada 2007.
Baca Juga: Pelantikan BKPRMI Parepare, Wali Kota Tekankan Pentingnya Inovasi dan Dakwah
Ia menjabat Ketua Program Studi Ilmu Politik dua periode berturut-turut (2008–2012 dan 2012–2014).
Lalu naik sebagai Wakil Dekan II FISIP Unhas (2014–2016) dan Wakil Dekan I (2016–2018).
Prestasinya sebagai Ketua Prodi Ilmu Politik bahkan diganjar penghargaan sebagai Ketua Prodi Berprestasi Unhas tahun 2013.
Kini, Prof Gustiana dipercaya menakhodai Program Studi S3 Ilmu Politik Unhas.
3. Prof Dr Arianto., S.Sos., M.Si
Prof Arianto dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Media dan Komunikasi.
Prof Arianto menyampaikan orasi ilmiah berjudul Ekologi Media dan Perilaku Komunikasi di Era New media.
Dirinya diterima sebagai Anggota Dewan Profesor Unhas dengan nomor 596.
Sosok Prof Arianto bukan nama baru dalam dunia ilmu komunikasi di Unhas.
Baca Juga: Tapak Suci Gowa Raih Juara Dunia, Arifuddin Saeni Apresiasi Dukungan Pemkab Gowa
Pria kelahiran Parepare, 30 Juli 1973 itu, kini menyandang jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi dengan pangkat IV/B.
Perjalanan akademiknya dimulai di kampus merah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas, tempat ia menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam bidang Ilmu Komunikasi masing-masing pada 1997 dan 2002.
Kemudian melanjutkan pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Di kampus ternama itu, ia meraih gelar doktor Ilmu Komunikasi pada 2011.
4. Prof Seniwati., S.Sos., M.Hum., PhD
Prof Seniwati dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Hubungan Internasional.
Baca Juga: Kunjungi Donat Tuli Makassar, Fatmawati Rusdi Dapat Hadiah Spesial Juz Amma Metode Kitabah
Ia diterima sebagai Anggota Dewan profesor Unhas dengan nomor keanggotaan 597.
Prof Seniwati menyampaikan orasi ilmiah berjudul Strategi Penanganan Terorisme di ASIA Tenggara melalui Kerja Sama Internasional
Prof Seniwati lahir di Makassar, 2 Februari 1976.
Ia kini dipercaya menjabat sebagai Ketua Departemen Hubungan Internasional (HI) FISIP Unhas
Ia adalah alumni sarjana Hubungan Internasional Unhas pada 1998.
Kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Ia fokus pada American Studies dan lulus tahun 2001.
Tak berhenti di situ, Prof Seniwati meraih gelar doktor pada 2014 dari Universiti Utara Malaysia, jurusan International Studies.
***




