MAROS, SULSEL.POJOKSATU.id - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menerima hibah lahan seluas 10 hektare dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk pembangunan Politeknik Pengawasan Obat dan Makanan (Poltek POM) di kawasan Pucak, Kabupaten Maros.
Hibah lahan tersebut menjadi langkah penting dalam persiapan pembangunan institusi pendidikan vokasi untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidang pengawasan obat dan makanan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menerima Sertifikat Hak Pakai atas lahan tersebut melalui Kepala Balai Besar POM (BBPOM) di Makassar pada Selasa (13/10/2026).
Penerbitan sertifikat itu memberikan kepastian hukum atas aset yang dihibahkan sekaligus mendukung proses persiapan pembangunan Poltek POM di Sulawesi Selatan.
“Politeknik ini nantinya akan menjadi kawah candradimuka bagi calon-calon pengawas obat dan makanan yang kompeten,” ujar Taruna.
Kerja sama BPOM dan Pemprov Sulsel tersebut telah dirintis sejak 2025. Taruna Ikrar dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menandatangani Nota Kesepakatan dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) di Makassar pada 28 Agustus 2025.
Sebelumnya, Kepala BPOM bersama Bupati Maros dan unsur terkait telah meninjau lokasi pembangunan di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros, pada Januari 2025.
Proses hibah kemudian dilanjutkan dengan pengukuran dan pematokan batas tanah, pemenuhan persyaratan teknis dan pertanahan, serta penyelesaian administrasi hibah dan pencatatan Barang Milik Negara (BMN).
Penyerahan aset juga ditindaklanjuti dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dan Sekretaris Utama BPOM. Pengelolaan, pemeliharaan, dan pengamanan aset selanjutnya menjadi tanggung jawab BPOM sesuai ketentuan perjanjian.
Selain penyediaan lahan, kerja sama tersebut mencakup dukungan terhadap pengembangan pendidikan vokasi. Pemprov Sulsel mendapat ruang untuk merekomendasikan calon peserta didik berprestasi dari SMA/SMK negeri dengan kuota paling sedikit 10 persen dari total penerimaan peserta didik baru, sesuai ketentuan yang disepakati.
Skema tersebut diharapkan membuka kesempatan bagi putra-putri Sulawesi Selatan untuk mengembangkan kompetensi di bidang pengawasan obat dan makanan sekaligus memperkuat kualitas SDM daerah.
Taruna Ikrar mengapresiasi dukungan Pemprov Sulsel dalam mempersiapkan pembangunan Poltek POM. Menurutnya, keberadaan institusi pendidikan tersebut diharapkan memperkuat ketersediaan tenaga profesional, terutama untuk mendukung pengawasan obat dan makanan di kawasan Indonesia timur.
“Saya menyambut baik dukungan penuh dari Pemprov Sulsel. Kerja sama ini diharapkan dapat menghasilkan SDM yang kompeten dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu obat serta makanan yang beredar di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” ujarnya.






