POJOKSULSEL, TORAJA UTARA - Duka menyelimuti keluarga Aris Sanda, warga Tampan Bonga, Kecamatan Bangkelekila’, Toraja Utara, yang meninggal dalam insiden kekerasan di wilayah Papua Pegunungan.
Setelah jenazah dipulangkan ke kampung halaman di Toraja Utara, Aris Sanda menjalani prosesi pemakaman sesuai rangkaian adat dan keagamaan Toraja.
Prosesi pemakaman Aris Sanda turut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Toraja Utara P. L. Gasong, Selasa (22/9/2026).
Aris Sanda diketahui telah bertahun-tahun bekerja sebagai sopir di Papua.
Gasong datang bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Toraja Utara Rischa Monika, Kepala KUA Kecamatan Sesean Sair, penyuluh agama, serta sejumlah staf Kemenag Toraja Utara.
Baca Juga: Kabar Baik! PI Migas Sengkang Naik Lagi Jadi 10 Persen, Wajo Dapat Separuh
Kehadiran mereka untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.
“Atas nama keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Toraja Utara, kami menyampaikan turut berdukacita yang mendalam. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan serta penghiburan,” kata P. L. Gasong dikutip laman resmi Kemenag Sulsel.
Menurut Gasong, musibah yang menimpa Aris Sanda kembali mengingatkan pentingnya terciptanya situasi yang aman bagi masyarakat, termasuk mereka yang bekerja dan mencari nafkah jauh dari kampung halaman.
Dia berharap kekerasan di Papua tidak kembali menelan korban jiwa.
“Kita semua tentu berharap Papua semakin damai. Semoga tidak ada lagi korban akibat kekerasan. Mari kita mengedepankan kemanusiaan, persaudaraan, dialog dan perdamaian,” ujarnya.
Baca Juga: Daftar Peraih Penghargaan Piala Gubernur Sulsel 2026, Muhammad Nasrullah Dapat Best Goal Keeper
Gasong menilai masyarakat Papua maupun warga dari luar daerah yang bekerja di wilayah tersebut berhak menjalani kehidupan dan aktivitas sehari-hari dengan aman.
Menurutnya, penyelesaian persoalan dengan mengedepankan kemanusiaan dan dialog menjadi bagian penting untuk menciptakan perdamaian.
Di sisi lain, kehadiran jajaran Kemenag Toraja Utara dalam prosesi pemakaman menjadi bagian dari pelayanan sosial dan keagamaan kepada masyarakat.
Gasong mengatakan, pelayanan Kemenag tidak hanya dilakukan dalam ruang-ruang formal keagamaan, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi musibah dan kehilangan.
Prosesi pemakaman Aris Sanda berlangsung dalam suasana duka. Rumpun keluarga, kerabat dan masyarakat setempat turut hadir mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
***




