POJOKSULSEL, MAROS - Sebanyak 25 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Maros menerima bantuan permodalan tanpa bunga dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Maros.

Bantuan Baznas diberikan kepada UMKM binaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Maros sebagai bagian dari upaya peningkatan ekonomi masyarakat.

Penyerahan bantuan Baznas berlangsung di Gedung PLUT UMKM, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: Lulusan Terbaik Unhas Juni 2025 Diumumkan, Ada yang IPK Sempurna! Ini Nama-Namanya

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Bidang Usaha Kecil Menengah Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Maros, Muhammad Hilmi, Penjabat sementara Pengelola PLUT UMKM Maros, Fajrin Yusuf, serta Wakil Ketua Baznas Maros, Ibnu Hajar Arief.

Wakil Ketua Baznas Maros, Ibnu Hajar Arief, menyampaikan bahwa bantuan ini bertujuan untuk mendorong pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas usaha dan kesejahteraan mereka.

"Kami berharap bantuan ini dapat membantu mustahik mengembangkan usahanya dan meningkatkan omzet. Semoga program ini berkelanjutan dan dapat menjangkau lebih banyak pelaku usaha di masa mendatang,” katanya dikutip rilis Pemkab Maros.

Baca Juga: Langkah Jitu Dua Philantropis

Penerima bantuan merupakan UMKM yang telah melalui proses verifikasi kelayakan oleh PLUT UMKM dan Diskopurindag Maros.

Selain itu, mereka juga telah memiliki kelengkapan administrasi usaha, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, dan sertifikasi halal untuk produknya.

Pjs Pengelola PLUT UMKM Maros, Fajrin Yusuf, menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara ketat agar bantuan tepat sasaran.

Baca Juga: Prof Jamaluddin Jompa Umumkan Kabar Gembira di Acara Wisuda, Unhas Naik Kelas ke Panggung Global

“Ke-25 UMKM ini telah memenuhi semua syarat administrasi dan lolos verifikasi sebagai syarat menerima bantuan,” jelasnya.

Kepala Bidang UKM Diskopurindag Maros, Muhammad Hilmi, menambahkan bahwa bantuan ini diharapkan dapat menjadi stimulus bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar.

"Kami harap bantuan modal ini dapat digunakan dengan bijak untuk pengembangan usaha ke depannya,” ungkapnya.

Selain penyerahan bantuan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi literasi keuangan yang menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai mitra pelaksana.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM terhadap pengelolaan keuangan syariah secara berkelanjutan, tutupnya.

***