POJOKSULSEL, MAKASSAR - Kabar membanggakan datang dari Universitas Hasanuddin (Unhas). Perguruan tinggi negeri terbesar di Kawasan Timur Indonesia ini akhirnya berhasil menembus 1.000 besar perguruan tinggi terbaik dunia.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, mengumumkan langsung pencapaian tersebut saat memberi sambutan pada acara wisuda di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Selasa (3/6/2025).
"Baru tahun ini, sebenernya hadiah untuk wisuda Juni ini, karena di Juni 2025 ini, Unhaa mencetak sejarah baru, untuk pertama kalinya Unhas akhirnya masuk rangking 1.000 besar dunia yaitu antara antara 950 sampai 1.000," kata Prof Jamaluddin Jompa.
Pencapaian ini, kata Prof JJ, sapaan Rektor Unhas, bahkan lebih cepat dari target yang dicanangkan yaitu tahun 2028.
Baca Juga: Hebat! Tiga Siswa MAN 1 Polman Tembus Kedokteran, Satu Lolos ke Universitas Al Azhar Mesir
"Ini dicita-citakan yang sebenarnya masuk dalam target kita di tahun 2028. Alhamdulillah bisa lebih awal kita capai," kata Prof JJ.
Pada kesempatan itu, Prof JJ menyatakan ada yang usul ubah Renstra karena merasa tidak mungkin bisa tembus 500 besar.
"Saya bilang, tidak. Insyaallah dengan kita masuk 950, itu artinya jalan menuju 500 besar bisa kita capai. Ini semua karena kerjasama dan kekompakan kita," katanya penuh optimis.
Menurut Prof JJ, rekognisi global seperti ini sangat penting karena membuka pintu lebar bagi pendanaan riset internasional.
Baca Juga: Gubernur SDK Temui Menteri Pertanian, Bahas 3 Isu Strategis Termasuk Revitalisasi Kakao
Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, Unhas sudah mulai menerima berbagai dukungan riset dari luar negeri.
Sebanyak 877 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti wisuda periode Juni, yang digelar secara khidmat dan meriah di Baruga AP Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea.
Dari total wisudawan, 299 orang merupakan laki-laki dan 578 perempuan dari 16 fakultas yang ada di Unhas.
Rekapitulasi jumlah wisudawan terbagi atas 553 lulusan program sarjana, 90 dari program profesi, 170 lulusan magister, 33 lulusan doktor, serta 31 lulusan program spesialis-1.
Prestasi akademik para lulusan kali ini juga patut dibanggakan. Di jenjang sarjana, IPK tertinggi tercatat 3,98 untuk bidang eksakta dan 4,00 untuk non-eksakta, keduanya diraih dengan masa studi 3 tahun 7 bulan.
Di jenjang magister, profesi akuntansi, dan profesi Ners, para lulusan berhasil mencetak IPK sempurna 4,00.
Sementara itu, lulusan program doktor mencatat IPK tertinggi 3,97 dengan masa studi 2 tahun 3 bulan, dan program spesialis-1 meraih IPK tertinggi 3,98 dalam waktu tempuh 3 tahun 8 bulan.
Dari sisi sebaran fakultas, Fakultas Keperawatan menjadi penyumbang lulusan terbanyak dengan 134 wisudawan, disusul Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 96 lulusan, dan Fakultas Teknik sebanyak 86 lulusan.
Baca Juga: Batik Air Setop Penerbangan Mamuju - Makassar Mulai 1 Juni, Bagaimana Respons Gubernur SDK?
Kemudian, Fakultas ISIPOL 73 lulusan, Fakultas Hukum 68 lulusan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan 66 lulusan.
Disusul Fakultas Kedokteran 64 lulusan Fakultas MIPA 59 lulusan, Fakultas Pertanian 49 lulusan, Fakultas Kesehatan Masyarakat 48 lulusan.
Kemudian, Fakultas Ilmu Budaya 43 lulusan, Fakultas Kehutanan 36 lulusan, Fakultas Farmasi 20 lulusan, Sekolah Pascasarjana 17 lulusan, Fakultas Peternakan 13 lulusan, dan Fakultas Kedokteran Gigi 5 lulusan.
***




