POJOKSULSEL, MAKASSAR - Realisasi investasi Triwulan II periode April hingga Juni 2024 di Sulawesi Selatan mencapai Rp3,483 triliun.

Total Capaian realisasi investasi TW II di Sulawesi Selatan meliputi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp1,953 triliun.

Sementara, penanaman modal asing (PMA) TW II di Sulawesi Selatan, yaitu Rp1,529 triliun.

Baca Juga: 87 Calon Mahasiswa Baru Berebut Tiket Masuk Pascasarjana IAIN Parepare Tahap II

Plh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Selatan (Sulsel) Muhammad Arafah mengatakan, capaian realisasi investasi TW II naik signifikan.

"Kenaikan capaian investasi di Sulawesi Selatan pada TW II itu Rp900 milial lebih atau hampir satu triliun," kata Muhammad Arafah kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan (8/8/2024)

Muhammad Arafah mengatakan, ada lima sektor usaha terbesar terhadap realisasi investasi TW II di Sulawesi Selatan, yaitu sektor pertambangan tertinggi (Rp691 miliar).

Baca Juga: Andi Sudirman dan Fatmawati Bertemu Airlangga Hartarto, Begini Respons Ketua Golkar Sulsel

Realisasi investasi tertinggi kedua dan ketiga, yakni sektor industri logam, barang logam, bukan mesin dan peralatannya (Rp637 miliar) serta sektor transportasi gudang dan telekomunikasi (543 miliar).

Adapun di urutan empat dan lima dengan realisasi investasi tertinggi di Sulawesi Selatan, adalah sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran (Rp342 miliar) dan sektor-sektor perdagangan dan reparasi (Rp289 miliar)

Pada kesempatan itu, Muhammad Arafah juga merinci lima kabupaten kota di Sulawesi Selatan tertinggi realisasi investasi pada TW II (PMDN dan PMA).

Baca Juga: UMI dan NUS Perkuat Riset Warisan Maritim dengan 5 Kerja Sama Proyek, Apa Saja?

Pada urutan pertama adalah Kabupaten Bantaeng dengan nilai investasi mencapai Rp711 miliar.

Tertinggi kedua dan ketiga, yaitu Kabupaten Luwu Timur (Rp651 miliar) dan Kabupaten Maros (568 miliar).

Sementara Kota Makassar berada pada urutan ke empat dengan realisasi investasi sebesar Rp517 miliar. Disusul Kabupaten Luwu sebesar Rp181 miliar.

Tidak hanya itu, lima negara yang masuk lima besar pada realisasi investasi PMA, yaitu Republik Rakyat Tiongkok Rp628 miliar, Kanada Rp494 miliar, Singapura Rp171 miliar, Australia Rp137 miliar, dan Amerika Serikat Rp34 miliar.

Muhammad Arafah juga menyampaikan serapan tenaga kerja selama TW II di Sulawesi Selatan.

Baca Juga: 114 Mahasiswa Nobel Indonesia Siap Mengabdi di Kabupaten Bantaeng

Ia mengatakan, 6.314 tenaga kerja Indonesia yang terserap pada TW II dan 72 tenaga kerja asing.

"Tenaga kerja yang terserap pada PMA yaitu 337 orang TKI dan 66 ornag TKA. Kemudian PMDN, 5.997 orang TKI dan 6 orang TKA," ujar Muhammad Arafah. ***