POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Sejumlah petugas pemungutan suara pada Pemilu 2024 jatuh sakit akibat kelelahan. Bahkan, 35 petugas Pemilu dilaporkan meninggal dunia.
Kondisi ini dudaga karena kelelahan. Sebab, tidak sedikit yang harus bekerja lebih dari 24 jam. Mulai dari pemungutan suara hingga rekap hasil suara.
Baca Juga: 4 Ketua Parpol di Sulsel Berpotensi Gagal ke Senayan
Laporan terbaru Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencatat sebanyak 35 orang meninggal dunia setelah menjalankan tugas pemungutan suara.
Dari 35 orang tersebut, 23 di antaranya anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS).
Baca Juga: Caleg Perempuan Kuasai Suara Tertinggi di Dapil 3 DPRD Sulsel
"Data kematian dan sakit Badan Ad hoc periode tanggal 14-15 Februari 2024 update data, 16 Februari 2024, pukul 18.00 WIB meninggal 35 orang dengan rincian KPPS 23 orang," ungkap Ketua KPU RI, Hasyim Asy'ari dalam keterangannya, dikutip dari PMJ News.
Baca Juga: Empat Petugas Penyelenggara Pemilu di Sulsel Meninggal Dunia, Diduga Kelelahan
Hasyim mengatakan bahwa, dari 35 orang meninggal, tiga di antaranya panitia pemungutan suara (PPS) dan sembilan petugas perlindungan masyarakat (linmas). Data tersebut, jelas Hasyim, diperbarui pada pukul 18.00 WIB.
"(Data kematian) 3 orang PPS meninggal dunia, linmas 9 orang," ucapnya.
Sementara, KPU mencatat ada 3.909 yang jatuh sakit pasca menjalankan tugas penghitungan suara.
Mereka di antaranya 119 panitia pemilihan kecamatan (PPK), 596 PPS, 2.878 KPPS meninggal dunia dan 316 petugas linmas.
"Sakit 3.909 orang. Dengan rincian PPK 119 orang, PPS 596 orang, KPPS 2.878 orang, linmas 316 orang," pungkasnya. ***
