POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pasca pemungutan suara, dilaporkan empat petugas ad hoc penyelenggara Pemilihan Umum 2024 di Sulawesi Selatan (Sulsel) meninggal dunia.

Baca Juga: Selamat! Ruslan Lallo Dipastikan Lolos ke DPRD Makassar, Unggul Jauh dari Caleg Nasdem Lain di Dapil 2

Dua anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kota Makassar, Wiliam Tandi Paelongan dan Daliyah Salsabila. Kemudian serta seorang petugas KPPS di Kabupaten Luwu, Aziz Dzulfiansyah juga dilaporkan meninggal diduga kelelahan.

Seorang petugas Panwaslu, Firman, yang bertugas di Kabupaten Bone, juga dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga: Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Akan Laksanakan Baksos Kesehatan di Kabupaten Kepulauan Selayar

Ketua Bawaslu Kabupaten Bone menekankan bahwa perhatian dari Bawaslu RI atau pemerintah perlu diberikan kepada petugas yang meninggal.

"Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum Firman. Bawaslu sebagai representasi negara harus hadir,” kata Alwin saat dikonfirmasi wartawan sedang berada di RSUD setempat, dikutip fajar.co.id dari ANTARA.

Baca Juga: Pemilu 2024 di Kepulauan Selayar Berjalan Lancar, Basli Ali ingatkan Pendukung Caleg dan Capres Tidak Euforia

Biaya perawatan petugas Panwaslu akan ditanggung Bawaslu, dan santunan akan diberikan kepada ahli waris keluarga almarhum.

Ketua KPU Kabupaten Luwu memberikan kronologi meninggalnya Aziz Dzulfiansyah, yang mengalami kelelahan setelah berkontribusi dalam pembentukan TPS dan melaksanakan tugas pemungutan suara hingga larut malam.

Baca Juga: Quick Count Pilpres 2024, Prabowo:Tetap Rendah Hati dan Tunggu Hasil Resmi KPU

Keluarga akan mendapatkan santunan, dan semua dokumen pendukung sudah disampaikan ke BPJS Ketenagakerjaan. ***