ERISOYA tiba-tiba menjadi perbincangan panas di warung-warung kopi di Makassar. Sepanas kopi yang tersaji di atas meja. Sosok nama perempuan Erisoya yang tiba tiba booming terkait utang piutang dengan manajemen PSM Makassar senilai Rp 5,6 miliar.

Banyak orang penasaran siapa sosok Erisoya yang mendadak ramai dibicarakan. Bantuan Erisoya yang diberikan ke PSM Makassar yang jumlahnya tidak sedikit membuat beberapa orang pun takjub dengan sosok Erisoya.

Erisoya membantu PSM Makassar untuk bertahan di liga utama Indonesia dengan dana yang dipinjamkan. "Tidak sedikit itu bos. Mana ada orang mau pinjamkan uangnya tanpa bunga dan pembayaran dicicil. Luar biasa itu orang (Erisoya)," kata seorang pengunjung warung kopi di Makassar.

Baca Juga: Sandiaga Uno Sebut F8 Makassar Sebagai Festival Kota Tepi Laut Terbaik di Dunia

Ditimpali oleh pengunjung lainnya bahwa Erisoya layak mendapatkan penghargaan sebagai pendukung PSM Makassar sejati. "Erisoya itu layak dapat lencana sebagai pendukung fanatik PSM Makassar," kata pengunjung lainnya.

Yah, sosok Erisoya sebagai perempuan "sultan" yang rela meminjamkan uangnya dalam jumlah besar ke PSM Makassar, klub kebanggaan Sulawesi Selatan (Sulsel), masih menjadi tanda tanya, siapa Erisoya?

Penghargaan layak diberikan kepada Erisoya atas sumbangsihnya kepada PSM Makassar. Pertayaan yang mendukung soal penghargaan lencana pendukung sejati PSM Makassar layak diberikan karena publik tidak mengetahui apa target Erisoya di balik pemberian pinjaman yang awalnya mencapai belasan miliar rupiah tersebut kepada manajemen PSM Makassar.

Baca Juga: Ini Dia Identitas 3 Pejabat Pemkab Kepulauan Selayar yang Dicopot Gegara Tak Beri Makan Paskibraka

Tulisan nama ERISOYA tidak pernah terpampang di baju atau kostum PSM Makassar. Di kalangan umum, nama dan sosok Erisoya pun tidak pernah terlihat. Padahal, PSM Makassar sebagai klub ternama banyak orang yang ingin "mendompleng" pada ketenaran PSM Makassar. Baik itu dari sisi bisnis, maupun politik.

Apa target Erisoya? "Sampai saat ini kita masih mengatakan bahwa Erisoya itu 'asli PSM Makassar sejati' bos," kata pengunjung warkop yang lainnya.

Mereka semua yang berbincang siang itu salah satu warkop di daerah Panakkukang boleh dikatakan sebagai orang orang yang cinta PSM Makassar. Mereka juga suporter PSM Makassar meski tidak tergabung dalam kelompok suporter manapun.

Baca Juga: DPRD Makassar Atensi Pasar pertigaan Leimena-Tello yang Kerap Jadi Biang Macet

Saat menikmati segelas kopi, penulis pun mendapat telepon dari seorang teman. Dia bertanya siapa Erisoya itu? Mungkin teman itu menganggap saya paham karena saya di Makassar sementara dia lebih banyak di Sulawesi Barat (Sulbar). "Betul sekali. PSM Makassar sejati tawwa itu ibu (Erisoya)," katanya.

Padahal, kata teman itu, seharusnya manajemen PSM Makassar menjaga dan memelihara hubungan baik dengan orang seperti Erisoya itu. Membantu PSM Makassar dengan menyelesaikan persoalan krusial PSM Makassar.

Jika hubungan dengan Erisoya itu dijaga dan dirawat, bukan tidak mungkin persoalan PSM Makassar mengenai dana akan sedikit terkurangi. "Seandainya ibu Erisoya itu tidak kecewa bos, bisa saja dia tambah dananya untuk bantu PSM Makassar," kata dia.

Baca Juga: Kasus Tewasnya Warga Bunga Eja Makassar, Kasat Reskrim Sebut di TKP Ada 3-4 Polisi

Sebagaimana diberitakan, Beberapa waktu lalu, Erisoya melalui akun Instagram @Erisoya_jrm melayangkan surat terbuka kepada manajemen PSM Makassar.

Erisoya secara terbuka menagih utang kepada manajemen PSM Makassar yang nilainya mencapai Rp5,6 miliar. Erisoya lugas menyampaikan soal utang piutang yang tidak sedikit di media sosial. Hingga kini utang PSM Makassar kepada Erisoya belum kunjung menemui titik terang.

Di media sosial, Erisoya mengaku sejak ditandatangani perjanjian utang piutang dengan PSM Makassar hingga saat ini, dirinya sangat kecewa dengan sistem pembayaran yang dilakukan manajemen.

Baca Juga: PENGUMUMAN Nama 20 Mahasiswa Unhas Lolos Hibah Riset Unesco Kerjasama Tanoto Foundation

Menurut Erisoya, hingga saat ini, manajemen PSM Makassar belum kunjung melunasi utang yang dipakai untuk mengurusi kebutuhan operasional Tim Juku Eja mulai dari Tahun 2016-2019.

"Saya sudah mengikuti segala keinginan yang manajemen PSM Makassar ajukan dalam sistem pembayarannya dilakukan secara bertahap atau dicicil dan tanpa bunga, tapi tetap saja tak sesuai dengan kenyataan walaupun sudah beberapa kali diadakan pertemuan," kata Erisoya dikutip Pojoksulsel.com dari akun Instagram @Erisoya_jrm.

Segala cara pun telah dilakukan Erisoya. Bahkan, dia mengaku harus berurusan dengan pihak lain lantaran dananya tertahan di manajemen PSM Makassar.

Baca Juga: Pelantikan Pengurus IKA FDK UIN Alauddin Segera Digelar, Ada Pameran UMKM

"Saya tetap diam karena ingin menjaga nama besar PSM Makassar, namun dengan rasa keputusasaan saya untuk menagih ke manajemen, saya akhirnya mengambil keputusan mengangkat masalah ini ke media," sebut Erisoya.

Hingga kini, baik manajemen PSM Makassar maupun Munafri Arifuddin belum memberikan keterangan.

Sementara itu, kuasa hukum Erisoya, Agus Amri mengatakan, jika surat terbuka tersebut tidak ditanggapi manajemen PSM Makassar, pihaknya pun akan melaporkan kasus ini ke PSSI dan FIFA.

Baca Juga: Update Konser Musik Makassar: Isyana Sarasvati Bakal Guncang Poltekpar 30 Agustus 2023

Bahkan, kasus ini pun akan dibawanya ke ranah hukum demi kepastian hukum kliennya. Erisoya diketahui memiliki sejumlah coffee shop di Kota Makassar.

Erisoya juga merupakan istri dari General Manager Hotel The Rinra Makassar. Erisoya juga diketahui aktif di Instagram dengan akun @Erisoya_jrm. ***

Penulis: Cang Pasinringi