POJOKSULSEL, MAKASSAR - Partai Gerakan Kemandirian Bangsa (Gema Bangsa) merampungkan rangkaian Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di Hotel Grand Asia, Jalan Boulevard, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Rakortas Gema Bangsa yang berlangsung 12–13 September 2026 itu diikuti pimpinan DPW dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi nasional Gema Bangsa untuk mempersiapkan struktur partai menghadapi tahapan verifikasi administrasi dan faktual sekaligus memetakan daerah pemilihan (dapil) potensial.

Ketua Umum DPP Partai Gema Bangsa Ahmad Rofiq mengatakan konsolidasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memetakan persoalan di setiap daerah sebagai dasar menentukan arah politik partai.

“Situasi kondisi negara kian banyak problematika. Inilah momentum kita untuk berani tampil memperjuangkan desentralisasi politik guna menjawab kegaduhan dan masalah di daerah-daerah,” kata Rofiq.

Baca Juga: Keluarga Sebut RDP DPRD Makassar Penting Ungkap Kematian Cucu Taufan Pawe, Polda Sulsel Diminta Turun Tangan

Menurut Rofiq, desentralisasi politik menjadi salah satu fokus perjuangan Gema Bangsa. Ia meminta jajaran partai mengidentifikasi persoalan daerah sebelum menentukan strategi politik.

“Identifikasi permasalahan adalah bentuk reflektif yang perlu kita jadikan pijakan untuk bisa akselerasi lebih progresif dalam menggerakkan partai sendiri dengan penuh optimisme dan konsistensi,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Gema Bangsa Muhammad Sopiyan mengatakan kesiapan struktur hingga tingkat daerah menjadi salah satu fokus utama Rakortas.

Selain memastikan kelengkapan organisasi, pihaknya menyiapkan sistem digital untuk mempercepat proses verifikasi internal partai.

“Seluruh perangkat kepartaian harus disiapkan sedini mungkin. Untuk urusan verifikasi, kami optimistis tuntas lebih cepat berkat dukungan sistem digital internal partai,” kata Sopiyan.

Baca Juga: Wali Kota Tasming Hamid Sampaikan Selamat Dies Natalis ke-70 Universitas Hasanuddin

Dia mengatakan Gema Bangsa tidak ingin seluruh energi partai terserap untuk persoalan administrasi verifikasi. Setelah struktur dinyatakan siap, partai akan mengarahkan konsentrasi pada pemetaan dan perebutan dapil potensial.

“Kami tidak ingin energi partai habis hanya untuk urusan administratif verifikasi, karena fokus utama kita adalah memetakan dan merebut dapil-dapil potensial,” ujarnya.

Proses verifikasi internal tersebut dilakukan melalui Aplikasi Gema Bangsa. DPP Gema Bangsa dijadwalkan menggelar pelatihan teknis bagi operator wilayah mulai awal Oktober 2026.

Sopiyan mengatakan setiap wilayah dan daerah diwajibkan mengunggah dokumen verifikasi ke dalam sistem partai, termasuk data keanggotaan.

“Setiap wilayah dan daerah diwajibkan melakukan upload semua berkas verifikasi ke dalam sistem partai termasuk keanggotaan partai, guna menyiapkan verifikasi lebih terukur dan terencana serta lebih cepat dalam prosesnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Partai Gema Bangsa, Yani, mengatakan strategi pemenangan akan disusun berdasarkan data lapangan.

Menurut dia, pemetaan kekuatan politik diperlukan untuk menentukan target perolehan kursi di setiap tingkatan.

Baca Juga: KH Ishaq Shamad Ungkap Hal Baru di Pekan Pesantren Mahasiswa Baru UMI, Terapkan Paperless - Outbound

“Target kita adalah kemenangan elektoral yang nyata. Oleh karena itu, strategi dan taktik pemenangan harus cermat, analitis, dan terukur berbasis data lapangan,” kata Yani.

Gema Bangsa menargetkan pembentukan badan pemenangan di seluruh wilayah selesai paling lambat Oktober 2026.

Badan tersebut nantinya memiliki struktur operasional tersendiri di luar kepengurusan harian partai agar dapat fokus menjalankan strategi pemenangan.

“Dengan eksekusi maksimal, kita targetkan perolehan kursi yang signifikan di setiap tingkatan,” tegasnya.

Rakortas di Makassar merupakan bagian dari konsolidasi Gema Bangsa yang sebelumnya digelar di sejumlah wilayah.

Konsolidasi wilayah Papua yang meliputi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, dan Papua Pegunungan digelar di Kota Jayapura pada 25 Juli 2026.

Baca Juga: Kebakaran Lahan 4 Hektare di Maros, Warga Bikin Jalan Darurat untuk Mobil Damkar

Selanjutnya, konsolidasi wilayah Jawa yang meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Banten dilaksanakan pada 19 Agustus 2026.

Sementara konsolidasi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sumatra digelar pada 2–3 September 2026 di Kantor DPP Gema Bangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam Rakortas di Makassar, Wakil Ketua Umum DPP Gema Bangsa Joko Kanigoro turut membahas Pedoman Organisasi mengenai Desentralisasi Politik.

Hadir pula Ketua Bidang OKK sekaligus Sekretaris Bappilu Hardiansyah dan Wakil Ketua Bappilu Muchtar Amma. ***