POJOKSULSEL, MAKASSAR - Hasil Survei terbaru terkait elektabilitas para kandidat di Pilgub Sulsel dirilis oleh Indikator Politik Indonesia. Nama Andi Sudirman Sulaiman di puncak.

Elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman teratas dari sejumlah nama yang masuk kandidat di Pilgub Sulsel pada hasil survei terbaru Indikator.

Andi Sudirman memiliki elektabilitas 22 persen di Pilgub Sulsel. Tertinggi kedua dan ketiga, yaitu Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan (10,5 persen) dan Ketua Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmanwan Aras (8,7 persen).

Baca Juga: Gelar Makassar Mengaji, MBS: Dakwah di Tengah Kesibukan

Sementara itu, elektabilitas mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin (IAS) pada hasil survei Indikator, yaitu 5,8 persen

IAS berada di bawah Ketua NasDem Sulsel Rusdi Masse (6,9 persen) dan Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani (6,7 persen).

Adapun elektabilitas Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto alias Danny Pomanto berada di bawah IAS, yaitu 4,8 persen.

Baca Juga: Amson Padolo Sampaikan Duka Cita, Kenang Terakhir Kali Bertemu Ardiles Saggaf

Sejumlah nama lain juga masuk dalam hasil survei Indikator, seperti Nurdin Halid (4,0 persen), Fatmawati Rusdi (3,5 persen), Taufan Pawe (2 persen).

Kemudian Imam Fauzan A Uskara (1,0 persen), Andi Muhammad Bau Sawa Mappanyukki (0,6 persen).

Indikator menjelaskan elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman tertinggi karena dipengaruhi oleh beberapa hal.

Baca Juga: Komitmen Penanganan Stunting, Penjabat Wali Kota dan Kepala DPPKB Parepare Serahkan Bantuan

Di antaranya bahwa Andi Sudirman Sulaiman adalah petahana di Pilgub Sulsel.

Tidak hanya itu, kepuasan publik terhadap kinerja Andi Sudirman Sulaiman juga jadi salah satu faktor tingginya elektabilitas mantan Gubernur Sulsel itu.

Kemudian, elektabilitas Andi Sudirman Sulaiman juga dipengaruhi oleh basis suara yang mengakar di seluruh wilayah Sulsel.

Sebagai informasi, Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia ini melakukan riset pada tanggal 11-19 Juli 2024 untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pengumpulan data survei ini merupakan populasi seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Sulawesi Selatan yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Baca Juga: Innalillah! Kadisnakertrans Sulsel Ardiles Saggaf Meninggal Dunia pagi ini

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Dalam survei ini jumlah sampel basis sebanyak 800 orang berasal dari seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sulawesi Selatan yang terdistribusi secara proporsional.

Kemudian dilakukan oversample di Kabupaten Bone menjadi 400 responden. Sehingga total sample sebanyak 1130 responden.

Metode yang digunakan adalah metode stratified random sampling, yang memiliki toleransi kesalahan (margin of error atau MoE) sekitar kurang lebih 3.5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga: Profil Ardiles Saggaf, Kepala Disnakertrans Sulsel yang Meninggal di Usia 44 Tahun

"Sedang quality control terhadap hasil wawancara, dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” demikian yang dilaporan Indikator.

Survei yang bertajuk "Peluang Menang Calon-calon Gubernur di Provinsi Sulsel" ini ingin memotret sikap dan perilaku calon pemilih di Sulsel untuk mengetahui peta dukungan politik elektoral dan ingin mengetahui faktor-faktor penting apa yang berkaitan dengan pilihan-pilihan tersebut sekaligus melihat persepsi warga Sulsel terkait isu-isu mutakhir yang mengemuka. ***