POJOKSULSEL, MAKASSAR - Bakal calon presiden Anies Baswedan yang dipasangkan dengan Ketum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, disebut paket ideal.
Pengamat politik UIN Alauddin Makassar Firdaus Muhammad menilai, duet Anies Cak Imin menjadi paket yang ideal.
Pasangan Bacapres Anies dan Cak Imin saling melengkapi. Meski masih dinamis.
"Paket ideal, saling melengkapi meski masih dinamis," kaya Firdaus Muhammad saat dihubungi Pojok Sulsel, Kamis (31/8/2023).
Baca Juga: Cemburu Buta, Warga Tamalate Tusuk Teman Mantan Istrinya Pakai Obeng, Sampai 8 Kali
Menurut Firdaus Muhammad, Cak Imin saat ini adalah representasi politik Nahdlatul Ulama (NU).
"Basis pemilih NU kuat terutama di Jawa jika dikonsolidasikan," kata Mantan Dekan FDK UIN Alauddin itu.
Ia menilai, meskipun suara NU terbagi. Namun demikian, PKB lebih berpeluang raup suara NU. Terutama pada kantong-kantong NU di Pulau Jawa.
"Suara NU terbagi tapi PKB lebih berpeluang raup suara NU," kata Firdaus Muhammad.
Baca Juga: Bahtiar Dipilih Jadi Pj Gubernur Sulsel? Putra Bone, Pernah Jabat Pjs Gubernur Kepri
Sementara itu, lanjut Firdaus Muhammad, ketokohan Anies Baswedan di Sulsel memiliki pengaruh yang positif. Sehingga, akan mudah diterima.
Diketahui, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) memberikan kabar mengejutkan. Anies batal memilih Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Anies Baswedan memilih Cak Imin sebagai pasangan duetnya di Pilpres 2024. Hal ini dibongkar oleh Partai Demokrat.
Baca Juga: Bukan Rp5,6 Miliar, Manajemen PSM Makassar Akui Rp2,1 Miliar Sisa Utang ke Erisoya
Sekjen Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya mengaku kecewa. Sebab, duet Anies Cak Imin diputuskan secara sepihak oleh Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
"Persetujuan ini (Anies Cak Imin) dilakukan secara sepihak atas inisiatif Ketum NasDem, Surya Paloh," kata Teuku kepada wartawan dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023). ***

