POJOKSULSEL, BONE - Calon Gubernur Danny Pomanto berjanji akan melestarikan dan menjaga budaya di Kabupaten Bone. Bone sebagai kerajaan besar menyimpan budaya yang hidup dan harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Penegasan Danny Pomanto itu disampaikan ketika dirinya Komunitas Bissu di Bone. Adalah Bissu Matoa Ancu yang datang langsung menemui Danny Pomanto.

Diketahui, kedatangan Danny Pomanto di Kabupaten Bone merupakan rangkaian kampanye Pilgub Sulsel 2024. Danny Pomanto yang berpasangan dengan Azhar Arsyad sebagai calon wakil gubernur, berkampanye di Bumi Arung Palakka, sebutan Bone, selama dua hari.

Baca Juga: Pemprov Sulsel Seleksi Peserta Persiapan MTQ Korpri Nasional di Palangka Raya

Pasangan Danny Pomanto - Azhar Arsyad yang menggunakan tagline DIA menjadikan penyelamatan tradisi dan budaya Sulsel sebagai bagian dari visinya.

Danny Pomanto menegaskan komitmennya untuk menjaga kekayaan budaya Bone. Danny Pomanto melihat pentingnya mempertahankan budaya tradisional yang menjadi identitas masyarakat Bone tanpa mencampurkan tradisi tersebut dengan unsur-unsur yang bertentangan.

Danny Pomanto menyadari bahwa Bone bukan hanya sebuah kabupaten dengan sejarah kerajaan besar, tetapi juga sebuah warisan budaya yang hidup, yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Baca Juga: Amir Mahmud Jadi Ketua DPRD Luwu Utara, Bupati Indah: Sinergitas Kunci Pemerintahan

“Bone memiliki sejarah panjang sebagai kerajaan besar, dan salah satu instrumen penting dalam pemerintahan kala itu adalah Bissu. Budaya dan peran mereka tidak boleh hilang, harus diselamatkan,” tandas Danny Pomanto saat kampanye dialogis di Kecamatan Tanete Riattang.

Dalam sejarah panjang Kabupaten Bone, Bissu merupakan salah satu elemen penting dalam pemerintahan kerajaan yang besar dan berpengaruh.

Namun, eksistensi Bissu kini semakin termarginalkan, terutama karena berbagai pelarangan dan kurangnya pelibatan mereka dalam acara adat.

Salah satu contoh yang paling menyedihkan bagi komunitas Bissu terjadi pada tahun 2022, ketika mereka tidak dilibatkan dalam acara Matompang Arajang di rumah adat Kabupaten

Baca Juga: Dosen UMI Beri Pelatihan Tingkatkan Literasi Bahasa Inggris di Kepulauan Selayar Bone.

Ancu, salah satu tokoh Bissu yang disegani dengan gelar Bissu Matoa, merasa kecewa karena tradisi yang telah turun-temurun dijaga oleh Bissu kini mulai terpinggirkan.

“Kami merasa semakin tidak dilibatkan dalam acara adat yang seharusnya menjadi bagian dari warisan budaya Bone. Sebagai Bissu, kami berharap suara kami didengar dan peran kami diakui kembali,” ujar Ancu, pemimpin Komunitas Bissu Kabupaten Bone, Rabu (16/10/2024).

Bissu Matoa Ancu menaruh harapan besar kepada Danny Pomanto, calon Gubernur Sulawesi Selatan nomor urut 1 yang menurutnya memiliki visi dalam melestarikan kebudayaan lokal.

Bagi Bissu, sosok Danny Pomanto dipandang mampu memberikan ruang bagi keberadaan mereka dalam rangka melestarikan budaya Bone yang telah lama mereka jaga.

Baca Juga: HMJ BPI UIN Alauddin Makassar Sukses Gelar Counfest Cup 1, STIEM Bongaya Juara

Ancu berharap, di bawah kepemimpinan Danny Pomanto jika diberi mandat oleh rakyat memimpin Sulsel, budaya Bissu tidak hanya diakui, tetapi juga dilibatkan kembali dalam setiap acara adat yang menjadi ciri khas masyarakat Bone.(***)