POJOKSULSEL, PINRANG - Ketua Dewan Adat Kedatuan Sawitto Andi Pallawagau Kerrang, menitipkan pesan kepada Calon Gubernur Sulsel Danny Pomanto agar menjaga dan melestarikan budaya, khususnya di Kabupaten Pinrang, jika terpilih sebagai Gubernur Sulsel 2024.
Menurut Andi Pallawagau Kerrang, pemimpin yang peka terhadap warisan budaya akan mampu menjaga identitas lokal sekaligus memajukan daerah dengan kearifan lokal yang terjaga.
“Jika pemimpin tak menghargai adat, maka Kedatuan Sawitto Pinrang tak akan mendukung,” tegas Andi Pallawagau Kerrang saat acara silaturahmi dengan sesepuh Kerajaan Sawitto, Kamis (13/11/2024) malam di Pinrang.
Baca Juga: Tengok Perjalanan Kafilah Sulbar pada MTQ Korpri Nasional 4 Tahun Terakhir
Sekadar diketahui, Danny Pomanto maju bertarung di Pilgub Sulsel bersama putra terbaik Pinrang sebagai Calon Wakil Gubernur Sulsel Azhar Arsyad. Pasangan bernomor urut 1 ini menggunakan tagline DIA di Pilgub Sulsel sebagai akronim dari nama keduanya.
“Adat, agama, dan pemerintahan harus berjalan seiring, dan ini yang membuat kami yakin beliau (Danny Pomanto) adalah pemimpin yang tepat,” terang Andi Pallawagau Kerrang.
Andi Pallawagau Kerrang menekankan pentingnya pemimpin yang memiliki kepedulian terhadap adat dan budaya lokal.
Baca Juga: Sulbar Raih 3 Medali Ajang MTQ Korpri Nasional 2024. Muh Fadhil Taswin Juara 1
Menurut Andi Pallawagau Kerrang, masyarakat Pinrang tidak akan mendukung pemimpin yang tidak menghormati etika dan adat istiadat, karena hal itu akan memutus hubungan historis dan kultural yang telah dibangun sejak lama.
“Maka yakinlah, jika budaya kita hilang, karakter kita juga hilang. Ini akan berdampak pada hilangnya masa depan generasi mendatang,” kata Andi Pallawagau.
Pinrang, lanjut Andi Pallawagau Kerrang, memiliki peran sentral dalam sejarah Sulsel sebagai tempat perlindungan bagi banyak kerajaan di Sulawesi Selatan. Ketika Kerajaan Bone diserang, mereka berlindung di Lembang, Pinrang.
Baca Juga: FSH UIN Alauddin Makassar Sukses Gelar Seminar Internasional Maqasid Syariah
Begitu pula dengan Kerajaan Gowa, yang ketika diserang, para bangsawannya datang dan menetap di Jampue, sebuah kampung pesisir Pinrang.
“Di masa lalu, Pinrang menjadi tempat bernaung bagi semua kerajaan di Sulsel. Pernikahan silang antara raja-raja dari Sawitto, Sidenreng, Suppa, Alitta, Bone, Gowa, dan Luwu terjadi di sini. Ini menjadi simbol betapa eratnya hubungan Pinrang dengan sejarah dan peradaban Sulawesi Selatan,” jelas Andi Pallawagau Kerrang.
Andi Pallawagau Kerrang juga menegaskan bahwa jika Pinrang tersakiti, maka seluruh Sulawesi Selatan akan ikut merasakan dampaknya, mengingat pentingnya posisi Pinrang dalam menjaga harmoni budaya, agama, dan pemerintahan di wilayah tersebut.
Masyarakat Pinrang pun diingatkan untuk terus menjaga adat istiadat dan memastikan bahwa pemimpin masa depan tetap memegang teguh warisan budaya yang telah ada selama berabad-abad.
Di Bumi Lasinrang, julukan Kabupaten Pinrang, Danny dianugerahi pin kedatuan, dan pemberian cinderamata berupa keris pusaka yang bermakna keberanian dan kebijaksanaan.
Hadir dalam acara tersebut, Datu Sawitto, YPM, Andi Bau Sawerigading, Dewan Adat Kerajaan Sawitto, dan para Akkarungeng Kedatuan Sawitto.
Danny Pomanto mengungkapkan komitmennya untuk menjaga amanah yang diberikan oleh Kedatuan Sawitto dan masyarakat Sulsel jika terpilih sebagai gubernur.
“Insya Allah, ini akan menjadi tanda kebangkitan adat istiadat yang unggul, baik bagi kemakmuran Kedatuan Sawitto maupun bagi kemakmuran Sulawesi Selatan,” ujar Danny Pomanto dengan penuh keyakinan. (***)
