POJOKSULSEL, MAROS - Target olahraga Kabupaten Maros di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan 2026 dinaikkan. Jika sebelumnya puas membidik tiga besar, kini Ketua KONI Sulsel Darmawangsyah Muin menantang Maros finis di posisi dua besar.

Tantangan itu disampaikan Darmawangsyah Muin saat melantik Pengurus KONI Kabupaten Maros periode 2026-2030 di Hall Grand Town Waterboom Mandai, Rabu (22/7/2026).

Menurut Darmawangsyah Muin, target tersebut bukan tanpa alasan. Maros dinilai memiliki modal besar karena mendapat dukungan dana hibah Rp3 miliar dari Pemerintah Kabupaten Maros (Pemkab Maros), salah satu yang terbesar di Sulawesi Selatan setelah Kota Makassar.

Baca Juga: Arsip Pemprov Sulsel Dilirik Akademisi Taiwan, Telusuri Sejarah Maritim Bugis - Makassar

"Kalau berbicara target, harusnya KONI Maros jangan target tiga besar. Harus dua besar," tegas Darmawangsyah.

Meski demikian, ia mengingatkan besarnya anggaran tidak otomatis menjamin prestasi. Dana hibah harus difokuskan untuk pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, dan penyediaan fasilitas latihan, bukan untuk kepentingan operasional organisasi.

Menurutnya, kepengurusan KONI merupakan bentuk pengabdian kepada daerah sehingga seluruh pengurus harus bekerja dengan semangat membangun prestasi olahraga, bukan mengejar kepentingan pribadi.

Baca Juga: Wagub Sulsel Tinjau Puskesmas Lumpue, Pemkot Parepare Perkuat Sinergi Tekan Angka Stunting

Darmawangsyah juga mengumumkan kebijakan baru dalam pembinaan atlet Sulawesi Selatan. Atlet yang diproyeksikan tampil pada Pra-PON maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) wajib membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara di Porprov.

"Kalau tidak juara di Porprov, jangan sampai ada namanya di Pra-PON dan PON," ujarnya.

Ia menyebut kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing atlet Sulawesi Selatan di level nasional. Bahkan, ia menyatakan siap mempertaruhkan jabatannya apabila target Sulsel masuk 10 besar pada PON tidak tercapai.

Baca Juga: Ini Nama-Nama 21 Direktur Baru Unhas, Enam Bergelar Profesor

Sementara itu, Bupati Maros Chaidir Syam memastikan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan terhadap pembinaan olahraga, termasuk menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali emas pada Porprov 2026.

"Target masuk tiga besar memang layak diperjuangkan, tetapi harus dibarengi pembinaan yang berkelanjutan dan kolaborasi semua pihak," kata Chaidir.

Ia menilai tema "Collaboration Sport" yang diusung KONI Maros mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, KONI, cabang olahraga, dunia usaha, hingga masyarakat dalam mencetak atlet berprestasi.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkab Maros juga tetap berkomitmen meningkatkan kualitas sarana olahraga melalui perbaikan gedung olahraga, lapangan, dan fasilitas latihan.

Tak hanya itu, pemerintah daerah akan membuka akses seluas-luasnya terhadap fasilitas olahraga milik pemerintah agar dapat dimanfaatkan masyarakat dan atlet sebagai ruang pembinaan.

Chaidir berharap kepengurusan baru di bawah Ketua KONI Maros Chaerul Syahab mampu membangun sistem pembinaan yang lebih baik sehingga melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kabupaten Maros di tingkat provinsi hingga nasional. ***