POJOKSULSEL, MAKASSAR – Hari ini, mata komunitas esports Indonesia tertuju ke Makassar. Kota Anging Mammiri resmi menjadi tuan rumah Grand Finals Free Fire Nusantara Series atau FFNS 2025 Fall, turnamen puncak gim Free Fire yang mempertemukan 12 tim terbaik dari seluruh Indonesia.

Digelar di Four Points by Sheraton, Minggu (13/7/2025), Grand Finals Free Fire Nusantara Series atau FFNS 2025 Fall tak hanya menyajikan pertarungan perebutan gelar juara nasional dan hadiah utama Rp250 juta dari total prize pool Rp850 juta.

Tapi Grand Finals Free Fire Nusantara Series FFNS 2025 Fall juga jadi pintu gerbang ke pentas yang lebih tinggi: Free Fire World Series (FFWS) Southeast Asia 2025 Fall.

Tim yang keluar sebagai juara hari ini otomatis akan menjadi wakil kelima Indonesia di FFWS SEA, menyusul RRQ Kazu, Bigetron by Vitality, ONIC, dan EVOS Divine.

Baca Juga: Keren! Begini Cara Sitti Sutinah Suhardi Hormati Pendahulu di Ulang Tahun Mamuju

Tak sembarang kota, Makassar dipilih sebagai bentuk penghargaan terhadap geliat ekosistem esports yang tumbuh subur di Sulawesi Selatan.

Tidak tanggung-tanggung, 10 persen peserta FFNS 2025 Series ini berasal dari tim-tim di Kota Makassar. Diketahui, ada 200 ribu tim dari seluruh Indonesia yang berpartisipasi dalam FFNS 2025 Series di musim kedua ini.

“Makassar bukan cuma antusias dengan Free Fire, tapi juga gudangnya talenta esports nasional,” ujar Christiandy Franciscus, Game Producer Garena Free Fire Indonesia.

Christiandy Franciscus menyebut nama-nama seperti CrimeMKS (ONIC), FayadMKS (pelatih Timnas FF), hingga Rasyah (EVOS Divine) sebagai contoh nyata “produk lokal” Makassar yang sudah melanglang buana di panggung dunia.

Baca Juga: Pemuda Desa Bonne-Bonne Diserang Gerombolan OTK Dini Hari, Motor Dirusak

Grand Final FFNS 2025 Fall menggunakan format Champion Rush. Tim pertama yang meraih minimal 80 poin dan memenangkan ronde berikutnya otomatis dikunci sebagai juara nasional. Format ini menjanjikan ketegangan hingga titik darah penghabisan.

Namun FFNS 2025 Fall bukan cuma soal gim. Di sela-sela pertandingan, Garena menggandeng komunitas seni Batara Gowa untuk menghadirkan pertunjukan tari tradisional Pakarena. Kolaborasi unik ini jadi bentuk pertemuan dua dunia: budaya lokal dan budaya digital.

Ajang ini juga jadi puncak dari rangkaian panjang kualifikasi yang dimulai sejak Mei lalu. Dari 82 kota lewat jalur City & Regional Qualifier, ribuan tim berkompetisi untuk mencapai Makassar.

Total peserta FFNS 2025 Fall menembus angka 250 ribu tim dari berbagai jalur, termasuk Guild War Qualifier dan Online Qualifier. Khusus dari Makassar sendiri, sekitar 13 persen tim berasal dari kualifikasi lokal. Angka yang membuktikan gairah esports di kota ini benar-benar hidup.

FFNS sendiri bukan turnamen ecek-ecek. Turnamen ini lahir dari FFNS pertama pada 2023 dan telah memecahkan rekor MURI sebagai kompetisi hybrid dengan peserta terbanyak di Indonesia. Lebih dari 273 ribu tim turut ambil bagian pada musim 2024 lalu.

Musim ini adalah edisi kedua FFNS 2025. Pada musim Spring lalu, Sriwijaya Esports sempat tampil sebagai juara.

Namun mereka kembali harus bertarung dari awal setelah terdegradasi di ajang FFWS SEA 2025 Spring. Hari ini, mereka kembali mencoba peruntungan di Makassar.

ONIC, sang juara FFWS 2025 Spring, adalah contoh nyata bahwa jalan menuju panggung dunia dimulai dari ajang seperti ini.

Baca Juga: ITB Arung Palakka Bone ke Senayan, Bahas Peta Jalan Pendidikan dan UMKM

Perjalanan panjang ONIC sejak FFNS 2024 hingga akhirnya mengangkat trofi FFWS musim lalu menjadi inspirasi bagi tim-tim lain.

***