POJOKSULSEL, MAKASSAR - Musyawarah Provinsi (Musprov) PBSI Sulsel 2026, Devo Khadafi memohon pamit dari organisasi Bulutangkis itu setelah 3 periode atau 12 tahun menjabat Ketua.

Di depan peserta Musprov PBSI yang diikuti oleh para Pengurus Kabupaten dan Kota (Pengkab/Pengkot), Devo Khadafi menegaskan dirinya telah cukup mengabdikan diri bersama organisasi bulutangkis tersebut.

Devo Khadafi menegaskan pengabdiannya kini akan fokus didalam struktur kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Wakil Ketua.

"Karena saya sudah 3 periode sebagai Ketua PBSI, sudah membenahi organisasi kemudian pembinaan juga sudah jalan, maka izinkan saya juga membantu KONI Sulawesi Selatan supaya lebih bagus lagi organisasi nya nanti berprestasi lebih baik di PON yang akan datang," ucapnya.

Menurutnya, melanjutkan pengabdian di KONI Sulsel merupakan permintaan langsung dari Ketua terpilih Darmawangsyah Muin yang meminta dirinya bersama-sama membenahi organisasi.

Baca Juga: Teliti Pendidikan Islam Kontemporer, Dekan FTK Dikukuhkan Jadi Guru Besar UIN Alauddin Makassar

"Musprov ini menjadi yang terakhir bagi kami. Izinkan kami atas nama Pengurus Provinsi PBSI permohonan maaf apabila dalam interaksi kami itu ada hal yang kurang berkenan," ujarnya.

Pada Musprov kali ini, para Pengurus Pengkab dan Pengkot PBSI memberikan tanda mata penghargaan khusus kepada Devo Khadafi, atas dedikasinya selama 12 tahun memimpin pembinaan Bulutangkis di Sulsel.

Selain itu, sebagai bentuk apresiasi Pengprov PBSI juga memberikan beberapa penghargaan kepada sponsor yang terus membantu pembinaan bulutangkis di Sulsel, yaitu Bank Sulselbar, BNI, Sriwijaya Air, Poltekkes Kemenkes Makassar dan Libra Sport.

Musprov PBSI juga memberikan apresiasi kepada Kepala Daerah yang peduli pembinaan bulutangkis yaitu Makassar, Gowa dan Luwu.

Lalu ada penghargaan untuk Progres Sistem Informasi terbaik, pendataan atlet diraih oleh
Pengkot dan Pengkab Makassar, Luwu Timur dan Soppeng.

Baca Juga: 610 Jemaah Calon Haji Maros Ikuti Manasik Terintegrasi, JCH Tertua 99 Umur Tahun

Serta penghargaan khusus live achievement Award kepada Haji Tancung, Pak Rasyid sebagai tokoh inspiratif yang setia menjaga pembinaan Bulutangkis di Sulsel hingga akhir hayatnya.

***