POJOKSULSEL, JAKARTA - Kabar membanggakan datang dari dunia inovasi anak muda Indonesia. Tim Labmino dari Universitas Indonesia (UI) resmi diumumkan sebagai Samsung Solve for Tomorrow atau SFT Global Ambassador oleh Samsung Electronics Indonesia.

Untuk pertama kalinya, Indonesia lolos sebagai SFT Global Ambassador dan menjadi satu dari dua negara di kawasan South East Asia and Oceania (SEAO) yang meraih posisi tersebut. Sebuah tonggak penting yang menandai pengakuan global yang diraih Tim Labmino UI

Keberhasilan Tim Labmino UI yang mampu masuk SFT Global Ambassador tak lepas dari inovasi bertajuk RunSight, solusi wearable berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang membantu penyandang disabilitas visual berlari secara mandiri dan aman.

Inovasi ini lahir dari empati terhadap keterbatasan akses di dunia olahraga. Bukan hanya soal teknologi canggih, RunSight menghadirkan solusi yang inklusif dan berkelanjutan, membuka peluang lebih setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam aktivitas fisik.

Menariknya, tim tak hanya fokus pada performa. Mereka juga menghadapi tantangan menciptakan perangkat yang low cost dan hemat energi. Artinya, AI yang digunakan harus tetap ringan, efisien, namun tidak mengorbankan akurasi dan keamanan pengguna saat berlari.

Baca Juga: Pemerintah Kota Makassar Gelontorkan Rp 4 Miliar Perbaiki Akses Jalan Perbatasan

Perjalanan Tim Labmino UI di program Samsung Solve for Tomorrow bukan proses instan. Sejak tahap awal, mereka melalui rangkaian seleksi, pengembangan ide, hingga validasi dampak sosial.

Program ini menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kepemimpinan. Mereka tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun cara berpikir kritis, reflektif, dan kolaboratif sebagai inovator muda.

“Mengikuti Samsung Solve for Tomorrow adalah perjalanan yang benar-benar mengubah cara kami melihat diri kami sendiri dan potensi yang kami miliki. Kami merasa sangat bahagia dan bangga bisa membawa nama Indonesia sebagai Global Ambassador. Bagi kami, ini bukan hanya tentang memenangkan sebuah program, tetapi tentang membuktikan bahwa ide yang lahir dari kepedulian bisa tumbuh menjadi solusi nyata yang berdampak,” ujar Anthony Edbert Feriyanto dari Tim Labmino.

Ia berharap pencapaian ini menjadi pemantik semangat anak muda Indonesia untuk berani bermimpi lebih besar dan berinovasi dengan empati.

Apresiasi juga datang dari pemerintah. Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Fauzan, menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata potensi generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan global.

Baca Juga: Rayakan Tahun Baru Imlek dengan Buffet Dinner Spesial di Canting Restaurant Vasaka Hotel Makassar

“Inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi seperti ini menunjukkan potensi besar generasi muda Indonesia dalam menjawab tantangan nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Bagus Erlangga, menyampaikan kebanggaannya atas terpilihnya Tim Labmino sebagai SFT Global Ambassador.

“Melalui pencapaian ini, semakin membuktikan bahwa AI yang bermakna adalah AI yang mampu memberdayakan manusia. Perjalanan Tim Labmino menjadi contoh bagaimana empati dan teknologi dapat bersatu untuk menciptakan inovasi berdampak di tingkat global,” katanya.

Keberhasilan Tim Labmino bukan hanya tentang gelar. Ini adalah pesan kuat bahwa inovasi bisa lahir dari kepedulian sederhana terhadap sekitar, lalu tumbuh menjadi solusi yang diakui dunia.

Program SFT sendiri menegaskan komitmen Samsung dalam memberdayakan generasi muda, bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi sebagai pencipta solusi.

Melalui langkah Tim Labmino, Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa inovasi dengan tujuan dapat lahir dari tanah air dan membawa dampak global yang inklusif.

***