POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Pemerintah akan menyiapkan insentif khusus bagi guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pemerintak memberikan insentif khusus kepada guru di daerah 3T sebagai bentuk perhatian khusus karena pengabdiannya dalam mendidik anak-anak bangsa di daerah yang akses geografis sulit dijangkau.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Fatma Wahyuddin Dukung Pemerintah Kota Sejahterakan Guru Mengaji

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas mengungkapkan keputusan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Jokowi yang menyiapkan pengembangan insentif bagi guru di 3T.

Anas mengatakan, insentif khusus akan menjadi pelecut semangat para guru untuk melamar formasi dan mengabdi di daerah 3T. Adapun kini, pemerintah telah membuka dan menyediakan formasi guru di daerah 3T, tetapi banyak yang tidak terisi.

Baca Juga: Mengenal Sosok Pembaca Alquran di Acara Pengukuhan Guru Besar Prof Majdah, Kakak Adik Juara MTQ Mahasiswa Nasional

“Termasuk untuk seleksi 2023, saya cek di BKN, formasi guru di beberapa daerah seperti Maluku, Maluku Utara, NTT, Kalimantan Utara, Papua, Aceh, sangat minim pelamar dan bahkan sebagian tidak ada sama sekali,” ujar Anas saat bertemu dengan Mendiknidristek Nadiem Makarim, pada Senin (27/8/2023) dilansir jawapos.com.

Seperti diketahui, pada pengadaan calon aparatur sipil negara (ASN) periode sebelumnya, juga banyak formasi ASN termasuk guru di daerah 3T yang tidak terisi. Total jumlahnya bahkan lebih dari 100 ribu formasi ASN di daerah 3T yang tidak terisi.

Baca Juga: Kabar Baik dari IAIN Parepare, Dr Hannani Terima SK Guru Besar Besok

Permasalahan ini bisa diselesaikan dengan agenda transformasi yang termaktub dalam Undang-Undang No. 20/2023 tentang ASN yang baru saja disahkan. “Alhamdulillah UU ASN yang baru telah disahkan, dan ini menjadi pintu untuk mobilitas talenta yang lebih mudah termasuk guna menggerakkan guru ke 3T,” papar Anas.

Baca Juga: Melihat Perjuangan Arek Suroboyo saat Melawan Penjajah dalam Museum Sepuluh November di Surabaya

Terkait itu, Mendikbudristek Nadiem Makarim juga telah menyiapkan sejumlah solusi untuk memudahkan pengisian talenta guru di daerah 3T. Salah satunya dengan talenta yang telah mendapat beasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) akan ditempatkan di daerah 3T untuk jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Intip Jumlah Pelamar PPPK 2023 Pemkot Makassar, PPPK Guru Terbanyak, Tenaga Kesehatan Paling Kecil

Selain insentif yang kini sedang dirumuskan dan akan dituangkan di Peraturan Pemerintah, pemerintah juga akan memberikan reward atau penghargaan bagi guru-guru di daerah yang berkinerja baik.

"Perhatian khusus ini disusun untuk mengedepankan prinsip Indonesia-sentris. Sehingga guru-guru terbaik tidak lagi terpusat di kota-kota besar, tetapi juga di daerah-daerah 3T. Guru diharapkan menjadi mesin pendorong agar daerah 3T ikut merasakan dampak pembangunan nasional," jelas Nadiem.

Nadiem juga memastikan pemerintah akan memperhatikan karier guru-guru yang mengabdi di daerah 3T termasuk salah satunya melalui akselerasi kepangkatan.

“Memastikan karier guru dan ketersediaan guru di daerah-daerah yang paling tertinggal dan terluar itu ada, jadi mekanismenya bagaimana kita menghargai guru yang mau bekerja di daerah-daerah yang terluar dan tertinggal,” ungkap Nadiem. ***