POJOKSULSEL, MAKASSAR - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan pentingnya menyambut bulan suci Ramadan 1447 H dengan langkah praktis yang menguatkan ibadah sekaligus menumbuhkan empati dan solidaritas sosial.

Pernyataan ini disampaikan Menag Nasaruddin Umar saat pembinaan ASN di Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Senin (9/2/2026).

Menag Nasaruddin Umar mengingatkan, Ramadan bukan hanya soal ibadah pribadi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap sesama.

Ia meminta seluruh jajaran Kemenag menggerakkan rumah ibadah, khususnya masjid di jalur mudik, untuk menjadi oase kemanusiaan bagi siapa saja, tanpa memandang latar belakang.

“Kami mengimbau daerah-daerah yang dilawati para pemudik, ada sekitar 6 ribu masjid di seluruh Indonesia, supaya nanti hari-hari tertentu, baik hari mudik nasional maupun mudik keagamaan, dibuka,” kata Menag.

Ia menambahkan, pada momen mudik Lebaran nanti, pengurus masjid tidak hanya membuka pintu, tetapi juga menyediakan buka puasa bagi jamaah yang mampir.

Baca Juga: Nama-Nama 23 Dosen Unhas Terima SK Profesor, Fakultas MIPA Terbanyak

Pembinaan ASN di lingkungan Kanwil Kemenag Sulsel ini dihadiri jajaran pimpinan ASN dan tokoh lintas agama, didampingi Kakanwil Kemenag Sulsel Ali Yafid.

Menag menegaskan prinsip kemanusiaan universal sebagai fondasi dalam memberikan bantuan sosial, terutama selama Ramadan.

“Jangan melihat agamanya orang yang kelaparan atau kehausan. Berikan bantuan kepada semua, karena Allah memuliakan anak cucu Adam, bukan hanya umat Islam,” tegasnya.

Selain itu, Menag mengajak semua pihak menghargai ruang publik. Pemilik pusat perbelanjaan pun diimbau menyediakan fasilitas ibadah dan menciptakan suasana nyaman bagi mereka yang berpuasa.

Baca Juga: Andi Sudirman Didampingi Dua Bupati Groundbreaking MYP Paket 2 untuk Preservasi 10 Ruas Jalan

“Saya mohon kepada pimpinan umat beragama, mari kita bersosialisasi untuk hal positif. Jadikan agama sebagai motivasi untuk mencintai sesama, meski berbeda keyakinan. Itulah esensi beragama yang sejati,” tambah Menag.

Menutup arahan, Menag berharap Sulawesi Selatan menjadi percontohan nasional dalam menggabungkan kearifan lokal dengan nilai-nilai universal agama.

Semua pihak diajak mewujudkan kebenaran agama dengan cara santun dan penuh kasih sayang, demi menjaga wibawa agama di mata dunia.