POJOKSULSEL, JAKARTA - Kementerian Agama Republik Indonesia menyiapkan berbagai layanan keagamaan selama Ramadan 1447 H hingga Idulfitri 2026.
Program layanan keagamaan Ramadan dipaparkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam dalam rapat pimpinan di Jakarta Pusat, Selasa (24/2/2026).
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan seluruh layanan keagamaan Ramadan dikemas dalam tema “Joyful Ramadan Mubarak”.
Ramadan, kata dia, harus menjadi momentum pelayanan.
“Masyarakat harus merasakan negara hadir. Layanannya mudah. Ramah. Memberi kemudahan,” ujarnya.
Baca Juga: Refleksi Makna Ramadhan bagi Politisi dan Rakyat dalam Perspektif Teori Komunikasi
Salah satu program utama adalah Masjid Ramah Pemudik.
Sebanyak 6.859 masjid disiapkan menjadi titik singgah arus mudik dan balik.
Masjid dibuka 24 jam. Toilet bersih tersedia. Ada tempat istirahat. Pengisian daya gawai. Area parkir. Takjil gratis.
Pengelola diminta memastikan kenyamanan semua kalangan. Termasuk perempuan, anak-anak, dan kelompok rentan.
Untuk memantau layanan, Ditjen Bimas Islam menggulirkan Ekspedisi Masjid Indonesia. Program ini berjalan H-7 hingga H+7 Idulfitri.
Tujuannya mendokumentasikan praktik baik layanan masjid di berbagai daerah.
Baca Juga: Ramadhan dan Rindu yang Tak Sempat Dibaca
Di sektor dana umat, Kemenag menghadirkan Teras ZAWA.
Layanan ini memberi konsultasi zakat dan wakaf uang. Juga menyalurkan program sosial Ramadan seperti berbagi bingkisan buka puasa dan Tebar Harapan Ramadan.
Abu menekankan pentingnya wakaf produktif. Menurutnya, wakaf bisa menjadi instrumen pembangunan sosial dan keagamaan jangka panjang.
Tak hanya itu, redistribusi penghulu dilakukan secara nasional. Langkah ini untuk pemerataan layanan. Juga memperkuat peran penghulu dalam mediasi keluarga dan bimbingan kemasjidan.
Penetapan 1 Syawal 1447 H akan dilakukan melalui Sidang Isbat pada 29 Ramadan. Sidang melibatkan ahli hisab dan rukyat serta perwakilan ormas Islam. Penetapan dilakukan secara ilmiah dan transparan.
Baca Juga: Sekda Amarun Agung Hamka Buka Ramadhan Fair Vol.5 di Lapangan Andi Makkasau
Ramadan tahun ini juga menyasar generasi muda. Program seperti Hilal Observation Coaching, Future Leaders of Masjid, dan Qari Goes to Campus disiapkan agar syiar Ramadan lebih dekat dengan Gen Z.
Rapat diikuti pejabat pusat dan daerah. Termasuk kepala kantor wilayah, pimpinan perguruan tinggi keagamaan negeri, hingga kepala kantor Kemenag kabupaten dan kota.
***




