POJOKSULSEL, JAKARTA - Sidang Isbat penentuan awal bulan Zulhijah akan digelar Kemenag RI pada 7 Juni 2024.
Sidang isbat akan dilkasanakan Auditorium Kemenag, Jl. MH. Thamrin, Jakarta untuk menentukan awal Zulhijah.
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin telah menggelar rapat persiapan sidang isbat awal Zulhijah pasa Selasa (28/5/2024).
Baca Juga: Pertanyaan Reflektif Rektor UIN Alauddin Makassar kepada Prof Hafsan Terkait Kesehatan Pencernaan
Kamaruddin Amin mengatakan, sidang isbat penentuan awal Zulhijah adalah agenda penting ubtuk selalu dilaksanakan.
"Masyarakat menunggu pengumuman resmi dari pemerintah," kata Kamaruddin Amin melansir laman Kemenag.go.id.
Sidang Isbat tersebut mengundang Komisi VIII DPR RI, pimpinan MUI, duta besar negara sahabat, perwakilan Ormas Islam, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag.
Baca Juga: Potret 3 Guru Besar Muda di UIN Alauddin Makassar
Alur sidang Isbat Awal Zulhijah akan dimulai dengan seminar hybrid terkait kriteria penetapan awal bulan Hijriyah.
Seminar diikuti perwakilan ormas Islam dan para tamu undangan. Setelah Magrib, acara dilanjutkan dengan Sidang Isbat secara tertutup. Hasil sidang isbat diumumkan melalui konferensi pers penetapan awal Zulhijah.
Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag, Adib melaporkan, berdasarkan data hilal, pada hari Sidang Isbat nanti, posisi hilal telah melampaui kriteria Imkanur rukyat MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yang mensyaratkan tinggi hilal 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat,
Baca Juga: Pengukuhan Guru Besar UIN Alauddin Makassar Terasa Lengkap dengan Dihadiri Pj Gubernur Sulsel
Adib mengatakan, ketinggian hilal pada 7 Juni 2024, berada di atas ufuk antara 7 derajat 15, 82 menit sampai 10 derajat 41,09 menit.
Sudut elongasi antara 11 derajat 35,83 menit sampai 13 derajat 14,47 menit.
"Hal tersebut sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan MABIMS," katanya.
Dalam posisi tersebut, berdasarkan data dan perhitungan, posisi hilal sudah berada di atas kriteria Imkanur rukyat.
"Artinya, secara astronomis, pada 7 Juni 2024, hilal diperkirakan dapat terlihat di beberapa wilayah di Indonesia. Tinggal nanti bergantung dengan cuaca setempat," imbuh Adib.
Baca Juga: Mantap! Pemkot Parepare Kembali Raih Opini WTP, Pimpinan DPRD Apresiasi
Dengan demikian, Adib menambahkan, hasil perhitungan Imkanur rukyat ataupun Wujudul Hilal penentuan awal bulan Zulhijah berpotensi memiliki kesamaan. Sehingga, di tahun ini, umat Muslim di Indonesia diperkirakan dapat merayakan hari Iduladha secara serentak.
Kendati begitu, Adib menekankan untuk menunggu hasil Sidang Isbat. ***




