JAKARTA, SULSEL.POJOKSATU.id - Sebanyak 19 pejabat struktural di lingkungan Direktorat Jenderal Pesantren (Ditjen Pesantren) Kementerian Agama (Kemenag) resmi dilantik pada Selasa (13/10/2026). Pelantikan ini mencakup sejumlah posisi strategis di bidang pendidikan pesantren, Ma’had Aly, dakwah, hingga pemberdayaan ekonomi pesantren.

Sekretaris Jenderal Kemenag Kamaruddin Amin meminta para pejabat baru Ditjen Pesantren segera memahami ekosistem pesantren secara menyeluruh.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar pelaksanaan tugas dan kewenangan mereka mampu memperkuat tiga fungsi utama pesantren, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

Kamaruddin menegaskan, jabatan yang diberikan negara merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pesantren.

“Hari pertama Anda masuk kantor, pelajari semua aturan dan regulasi yang terkait dengan jabatan yang diamanahkan. Pelajari secara mendalam tentang pesantren, apa itu pondok pesantren, siapa pemangku kepentingannya, serta dengan siapa harus bekerja sama, bersinergi, dan berkolaborasi,” ujar Kamaruddin di Jakarta.

Ia menjelaskan, pesantren memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai lembaga pendidikan, pesantren menjalankan fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat yang perlu didukung melalui kebijakan serta program yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Karena itu, para pejabat baru Ditjen Pesantren diminta tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mempelajari dinamika sosial-keagamaan dan memperluas wawasan melalui pembelajaran berkelanjutan.

“Terus membaca realitas, membaca dinamika sosial keagamaan, membaca literatur supaya literasi kita komprehensif. Gabungkan pengetahuan teks dengan pengetahuan konteks dan realitas, sehingga kita bisa berkontribusi secara maksimal untuk memajukan pesantren,” tuturnya.

Kamaruddin juga mengingatkan bahwa keberhasilan dalam menjalankan jabatan harus tercermin dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Ia berharap para pejabat mampu menerjemahkan kapasitas dan pengetahuan yang dimiliki menjadi kontribusi nyata bagi pengembangan pesantren.

Pelantikan tersebut disertai pengambilan sumpah jabatan. Para pejabat berkomitmen menaati peraturan perundang-undangan, menjunjung etika jabatan, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta tidak menyalahgunakan kewenangan.

Kamaruddin berharap seluruh pejabat tersebut dapat menjalankan amanah secara profesional, menjaga integritas, dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan pesantren.

Daftar 19 Pejabat Ditjen Pesantren yang Dilantik

Muh. Khoirul Rifa’i sebagai Kepala Bagian Umum dan Barang Milik Negara pada Sekretariat Ditjen Pesantren.

Endi Suhendi sebagai Kepala Subdirektorat Kurikulum, Evaluasi, dan Penjaminan Mutu pada Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal.

Hj. Sri Darfatihati sebagai Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Kesantrian pada Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal.

H. Biltiser Bachtiar Manti sebagai Kepala Subdirektorat Ketenagaan Pesantren pada Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal.

Firdah Thawil sebagai Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Pesantren pada Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal.

Kartini sebagai Kepala Subdirektorat Akademik Ma’had Aly.

Dasrul El Hakim sebagai Kepala Subdirektorat Kelembagaan dan Santri Ma’had Aly.

Winuhoro Hanum Bhawono sebagai Kepala Subdirektorat Ketenagaan, Sarana dan Prasarana Ma’had Aly.

Ratnasari Nurhayati Yusuf sebagai Kepala Subdirektorat Evaluasi dan Penjaminan Mutu Ma’had Aly.

A. Rafiq Zainul Mun’im sebagai Kepala Subdirektorat Bina Dakwah Pesantren pada Direktorat Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal.

Yuli Rahmawati sebagai Kepala Subdirektorat Diniyah Takmiliyah.

Aziz Syafiuddin sebagai Kepala Subdirektorat Pendidikan Al-Quran.

Nasrullah Jasam sebagai Kepala Subdirektorat Pengkajian Kitab Kuning.

H. Cecep Nursamsi sebagai Kepala Subdirektorat Bina Pemberdayaan Ekonomi Syariah Pesantren pada Direktorat Pemberdayaan Pesantren.

Hj. Dewi Gustikarini sebagai Kepala Subdirektorat Bina Perencanaan Pengembangan Usaha Pesantren pada Direktorat Pemberdayaan Pesantren.

Ahmad Hidayat sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Pendidikan Muadalah dan Diniyah Formal.

Erfan sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Ma’had Aly.

Burhanuddinsebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Bina Dakwah Pesantren dan Pendidikan Non Formal.

Masitoh sebagai Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat Pemberdayaan Pesantren.