POJOKSULSEL.com, MAKASSAR - Berikut ini adalah biodata dan profil Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tercatat dua periode memimpin Provinsi Sulawesi Selatan sebagai Gubernur Sulsel.

Tidak tanggung-tanggung, saat itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meraih 243 nasional dan dari internasional.

Baca Juga: DPRD Dukung Gerakan Budidaya Pisang di Sulsel, Syahruddin Alrif Siap Selaraskan Anggaran

Sosok Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sejak Kamis 28 September 2023, menjadi ramai dibicarakan.

Apalagi, saat Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menggeledah rumah dinas Syahrul Yasin Limpo yang berada di Kebayoran lama.

Jumat 29 September 2023 siang ini, beredar kabar kalau Syahrul Yasin Limpo telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, sekaitan dugaan kasus korupsi di Kementerian Pertanian.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke 14 BRI Liga 1: PSIS vs PSM Makassar, Madura United vs Borneo FC

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan penggeledahan tersebut.

"Benar, ada giat tim KPK di sana," kata Ali Fikri dikutip Pojoksulsel.com dari laman suaramerdeka.com.

Meski demikian, Ali Fikri masih menutup rapat-rapat informasi apa saja temuan tim KPK cari dalam penggeledahan.

Baca Juga: DPRD dan Timsel Sepakat Komisioner Komisi Informasi Sulsel Terpilih Harus Profesional

"Hasilnya belum bisa kami sampaikan," katanya.

Biodata dan profil Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

SYL atau Komandan adalah sebutan khas Syahrul Yasin Limpo di Sulsel.

Syahrul Yasin Limpo lahir pada 16 Maret 1955. Dia dua periode menjabat sebagai Gubernur Sulsel,

Daeng Kawang juga nama yang melekat di diri Syahrul Yasin Limpo.

Syahrul merupakan anak kedua dari pasangan Yasin Limpo dan Nurhayati.

Baca Juga: Wali Kota Parepare Taufan Pawe Sebut De Ville dan MSQ BKMT Sebagai Bentuk Kecintaaan Kepada Rasul

Tanggal 23 Oktober 2019 merupakan hari yang bersejarah bagi Syahrul.

Di tanggal itu, dia ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menduduki jabatan sebagai Menteri Pertanian.

Syahrul kecil menghabiskan masa sekolah mulai dari SD hingga SMA di Kota Makassar.

Yakni dari SD Negeri Mangkura, SMP 6 Makassar, dan SMA Katolik Cenderawasih.

Baca Juga: Bahtiar Baharuddin Gandeng CEO Great Giant Food Konsolidasi Gerakan Budidaya Pisang di Sulsel

Kemudian menyelesaikan sarjananya di Kampus Unhas dengan mengambil jurusan Fakultas Hukum.

Master hukum-nya juga diambil di Kampus Unhas Makassar.

Syahrul Yasin Limpo tercatat sebagai PNS di Tahun 1980. Empat tahun berselang, dia diangkat menjadi Camar Bontonompo.

Karena prestasinya itu, di Tahun 1991, dia diangkat menjadi Sekretaris Kabupaten Gowa.

Baca Juga: Jangan Sampai Telat, Pendaftaran PPPK Guru untuk Kebutuhan Khusus 2023 Terakhir Hari Ini

Lalu terpilih menjadi Bupati Gowa sejak Tahun 1994 hingga 2002.

Syahrul kemudian naik kelas menjadi Wakil Gubernur Sulsel, hingga akhirnya di Tahun 2008 hingga 2018 dua periode menjabat Gubernur Sulsel.

Sederet penghargaan pun telah diraih Syahrul Yasin Limpo.

Baca Juga: Update, Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Hari Ini, Jumat 29 September 2023

Di antaranya Satyalancana Wira Karya dari Presiden tahun 2003, Gubernur Terbaik di tahun 2017, dan penghargaan capaian penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) Pertanian.

Dua hari terakhir, Syahrul mengabarkan kalau dirinya sedang berada di Roma Italia, melakukan tugasnya sebagai Menteri Pertanian.

"Saya menggelar pertemuan bilateral dengan Direktur Jenderal FAO, Qu Dongyu, di sela-sela konferensi di Roma, Italia. Kami sepakat untuk memperkuat kerja sama Proyek Selatan-Selatan dan Triangular (KSST)," kata Syahrul Yasin Limpo yang dikutip Pojoksulsel.com di Twitter @Syahrul_YL.

Baca Juga: Tommy Wattimena Optimistis Sulsel Bisa Jadi Produsen Pisang Terbesar

Dalam pertemuan itu, Syahrul menyampaikan apresiasinya atas dukungan konkrit FAO selama lebih dari 40 tahun dalam menghadapi ancaman anomali cuaca, krisis pangan, degradasi lahan, dan hilangnya keanekaragaman hayati, serta penanganan wabah penyakit hewan.

"Ini merupakan kerja sama antar negara berkembang, khususnya negara selatan di Asia, Afrika dan Pasifik, untuk berbagi pengalaman dan mencari solusi atas tantangan pembangunan pertanian," bebernya.

***