POJOKSULSEL, MAKASSAR - Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif, menyatakan dukungan penuh budidaya pisang, yang diinisiasi Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin.

Hal itu disampaikan Syaharuddin Alrif usai Rakor ketahanan dan kedaulatan pangan, gerakan gemar mananam pisang atau budidaya pisang di Baruga Pattingalloang, Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (28/9/2023).

"Tentu kami atas nama DPRD Sulsel mendukung penuh keinginan pak gubernur, untuk 100 ribu hektare yang ada di Sulsel dari 5 juta hektare untuk lahan budidaya pisang," kata Syaharuddin Alrif.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Pekan ke 14 BRI Liga 1: PSIS vs PSM Makassar, Madura United vs Borneo FC

Menurut Syaharuddin Alrif, setidaknya ada dua pertimbangan Bahtiar Baharudin mendorong budidaya pisang di Sulsel.

Pertama, kata Sekretaris Nasdem Sulsel, Pj Gubernur Sulsel ingin melakukan perubahan Perubahan dari menanam pisang secara tradisional.menjadi modern.

"Kedua budidaya pisang dari pola perilaku konsumtif menjadi industri," katanya.

Baca Juga: Wali Kota Parepare Taufan Pawe Sebut De Ville dan MSQ BKMT Sebagai Bentuk Kecintaaan Kepada Rasul

Terlebih, rencana budidaya pisang di Sulsel dibantu oleh Great Giant Foods, baik dari segi pendampingan, pemasaran, dan terutama merubah pola pikir petani tradisional menjadi petani modern dan petani yang berpikir bisnis.

Terkait dukungan anggaran, Syaharuddin Alrif akan menyelaraskan dengan APBD Perubahan 2023 maupun APBD Pokok 2024.

"Di perubahan pasti banyak kegiatan yang tidak berjalan. Dari situ kita mungkin bisa penyerasian baru nanti kita persiapkan," katanya.

Baca Juga: Jangan Sampai Telat, Pendaftaran PPPK Guru untuk Kebutuhan Khusus 2023 Terakhir Hari Ini

Sementara itu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Baharuddin mengatakan, perlu ada sumber pangan alternatif yang dipersiapkan, selain tanaman padi.

Ia melihat, potensi budidaya pisang di Sulsel tidak sulit dilaksanakan. Sebab, petani Sulsel sudah akrab dengan tanaman pisang.

"Selama ini ditanam alakadarnya 10 pohon, 20 pohon buat dimakam sendiri, dikasi anaknya yang kuliah di Makassar, atau dibagi tetangganya. Sekarang bagaimana itu diproduksi dalam jumlah besar supaya punya nilai ekonomi," kata Bahtiar Baharuddin.

Baca Juga: Update, Jadwal Pemadaman Listrik Makassar Hari Ini, Jumat 29 September 2023

Optimisme Bahtiar Baharuddin untuk mengembangkan budidaya pisang, tidak terlepas dari dukungan Tommy Wattimena. Ia menyebut, CEO Great Giant Foods itu bukan sekedar pebisnis. Melainkan sudah menggeluti budidaya pisang sejak tahun 1983.

Sementara itu, CEO Great Giant Foods, Tommy Wattemana, menjelaskan, peluang budidaya pisang di Indonesia sangat besar.

Sebab, kata dia, Indonesia kekurangan 20 sampai 30 persen komoditas pisang di Indonesia. Sementara di sisi lain, pisang adalah jenis buah nomor 1 yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Petani Tebu Bersatu Latih Warga Bulukumba Bikin Gula Merah

Tidak hanya itu, pasar internasional komoditas pisang begitu menjanjikan. Mulai dari pasar di Jepang hingga Korea. Hanya saja, ia memberikan catatan bahwa kualitas pisang harus diperhatikan, supaya dilirik pasar internasional. ***