POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi menggelar Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 mulai 21-28 April 2026. Sebanyak 18.971 peserta mengikuti ujian yang digelar dalam 16 sesi tersebut.
Ketua Pusat UTBK Unhas, Prof Muhammad Ruslin, mengatakan pelaksanaan UTBK 2026 mendapat perhatian serius dari pimpinan universitas. Bahkan sejak pukul 08.00 WITA, Rektor Unhas bersama Ketua Majelis Wali Amanat dan Senat Akademik melakukan monitoring dan evaluasi langsung bersama tim nasional.
"Mulai jam 8 pagi, Rektor bersama Ketua MWA dan Senat Akademik melakukan monitoring evaluasi bersama tim monev nasional," kata Prof Muhammad Ruslin yang juga Wakil Rektor 1 Unhas, Selasa (21/4/2026).
Secara nasional, UTBK dijadwalkan berlangsung 21 hingga 30 April 2026. Sementara khusus di Universitas Hasanuddin dilaksanakan pada 21 hingga 28 April 2026.
Setiap hari, pelaksanaan UTBK dibagi dalam dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang yang dimulai pukul 13.30 WITA.
Untuk mendukung pelaksanaan UTBK SNBT 2026, Universitas Hasanuddin menyiapkan 43 ruang ujian yang tersebar di 15 lokasi.
Rinciannya, Kampus Tamalanrea menyediakan 12 lokasi ujian, sementara Kampus Teknik Gowa menyediakan tiga lokasi.
"Totalnya ada 43 ruang UTBK di 15 lokasi," jelas Prof Muhammad Ruslin.
Menariknya, jumlah peminat Universitas Hasanuddin melalui jalur SNBT terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
Pada 2024 tercatat sebanyak 29.572 peminat. Kemudian meningkat menjadi 31.856 pada 2025, dan kembali naik menjadi 33.600 peminat pada 2026.
Baca Juga: Jemaah Haji Soppeng Jadi Kloter Pertama Embarkasi Makassar 2026, Kuota Naik 3 Kali Lipat
Untuk mengantisipasi kecurangan, Unhas melakukan berbagai langkah teknis. Salah satunya dengan menambah perangkat jammer untuk menutup potensi penggunaan alat komunikasi ilegal saat ujian berlangsung.
Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa bahkan langsung menguji kelayakan fungsi perangkat tersebut saat monitoring hari pertama.
"Secara teknis kami melakukan penambahan jammer untuk meng-cover semua ruang ujian," kata Prof Ruslin.
Selain itu, Unhas juga menyiapkan buku saku bagi peserta dan petugas sebagai pedoman selama pelaksanaan UTBK.
Koordinasi dengan mitra juga dilakukan untuk memastikan dukungan infrastruktur seperti listrik, air, dan telekomunikasi tetap stabil selama pelaksanaan ujian.
Rektor Universitas Hasanuddin Prof Jamaluddin Jompa menegaskan bahwa Unhas sangat serius dalam pelaksanaan UTBK SNBT 2026.
Menurutnya, UTBK merupakan bagian penting dari Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru yang menentukan masa depan calon pemimpin bangsa.
Baca Juga: PPIH Embarkasi Makassar Siap Layani 16.750 Jemaah Haji 2026, Kartu Nusuk Dibagikan Lebih Awal
"Kita tidak bisa mengatakan ini sekadar kegiatan. Ini seleksi nasional. Di sinilah calon pemimpin bangsa disaring," ujar Jamaluddin Jompa.
Ia juga memastikan kenyamanan peserta menjadi prioritas utama, mulai dari ruang ber-AC hingga sistem keamanan yang ketat.
"Kami ingin memastikan peserta nyaman, aman, dan terhindar dari potensi kecurangan," katanya.
Menurutnya, hampir setiap tahun selalu ada upaya kecurangan. Karena itu, Unhas melibatkan pihak keamanan untuk memastikan pelaksanaan berjalan lancar.
"Kami menjaga anak-anak kita dari gangguan akibat pihak-pihak yang mencoba curang," tambahnya.
Rektor Unhas juga memberikan peringatan tegas kepada peserta agar tidak mencoba melakukan kecurangan.
"Tahun lalu Unhas salah satu yang paling ketat dalam UTBK. Bukan hanya peserta, tapi petugas juga diawasi ketat," tegasnya.
Ia bahkan menegaskan bahwa Unhas tidak segan membatalkan kelulusan jika ditemukan kecurangan.
"Kalau pun tidak ditemukan saat seleksi, kami bisa mengejar dan membatalkan kelulusannya jika ada bukti," ujar Jamaluddin Jompa. ***




