POJOKSULSEL, MAKASSAR – Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menorehkan sejarah akademik dengan mengukuhkan empat guru besar dari Fakultas Teknik dalam Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas, Selasa (8/7/2025).

Prosesi pengukuhan empat guru besar Fakultas Teknik digelar di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea.

Acara pengukuhan empat guru besar Fakultas Teknik berlangsung khidmat dan dihadiri langsung oleh Rektor Unhas, Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Jompa, M.Sc., bersama Ketua dan Sekretaris Majelis Wali Amanat, anggota Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga besar dari para guru besar yang dikukuhkan.

Dalam sambutannya, Rektor Unhas yang akrab disapa Prof JJ itu menyampaikan rasa syukur atas bertambahnya jumlah dan ragam keilmuan yang berkembang di lingkungan Unhas.

Baca Juga: Tasming Hamid Sambut Kapolres Baru, Harap Keamanan Parepare Makin Terjaga

Prof JJ menekankan pentingnya memaknai sains secara kolaboratif lintas disiplin, dan bukan semata-mata sebagai capaian individual.

“Orasi ilmiah bukan sekadar wadah menyampaikan ide kepada komunitas akademik, tapi juga sarana memperkenalkan ilmu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Prof JJ dalam siaran pers.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pencapaian akademik para profesor.

Menurut Prof JJ, gelar guru besar bukan hanya bentuk pengakuan ilmiah, tetapi juga wujud nilai kebersamaan dan dukungan kolektif.

Baca Juga: Perdana! STAIN Majene Persembahkan Prodi Akreditasi Unggul, Ini Ungkapan Haru Prof Wasilah Sahabuddin

"Predikat akademik yang diraih hari ini mencerminkan bukan hanya capaian ilmiah, tetapi juga kekuatan dari nilai-nilai kebersamaan yang terus kita jaga," tegasnya.

Adapun empat profesor baru yang dikukuhkan sebelumnya telah menyampaikan pidato penerimaan yang membahas bidang keahlian masing-masing

Prof. Dr. Ir. Busthan, M.T

Prof Busrhan, Guru Besar Geologi Teknik, mengangkat tema “Peran Geologi Teknik dalam Membangun Infrastruktur: Peluang dan Tantangan di Masa Depan.”

Baca Juga: Bikin Bangga! IAIN Parepare Panen Prodi Akreditasi Unggul di Bulan Juli, Apa Saja?

Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya peran geologi teknik dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional yang aman dan berkelanjutan di tengah tantangan kondisi geologi Indonesia yang kompleks.

Ia menyebut tantangan terbesar di antaranya keterbatasan data geologi teknik dan iklim tropis yang ekstrem.

“Kuncinya ada pada penguatan SDM, pengembangan teknologi, serta kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan infrastruktur yang tangguh terhadap risiko bencana,” jelas Prof Busthan.

Baca Juga: Samsung Galaxy A56 5G Hadir, Bawa Kamera Canggih dan Harga Ramah Kantong

Prof. Dr. Ir. Rohaya Langkoke, M.T

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Rohaya Langkoke, M.T., Guru Besar Geokomputasi, menyoroti pentingnya morfodinamika pantai dan analisis geospasial untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir.

Dalam pidato bertajuk "Geospasial, Morfodinamika Pantai dan Keberlanjutan Pemanfaatan Kawasan Pesisir", ia menjelaskan bahwa pendekatan berbasis geokomputasi kini menjadi alat vital untuk memantau perubahan garis pantai dan risiko bencana secara akurat.

“Penggunaan geoindicators seperti delta, erosi-sedimentasi, hingga analisis spasial berbasis digital memungkinkan perencanaan pesisir yang adaptif dan responsif terhadap perubahan lingkungan,” jelasnya.

Baca Juga: Jejak Inspiratif Prof Andi Aderus, dari Pesantren DDI ke Al Azhar hingga Jadi Guru Besar UIN Alauddin

Prof. Dr. Ir. Irzal Nur, M.T

Guru Besar Eksplorasi Mineral, Prof. Dr. Ir. Irzal Nur, M.T., memaparkan peluang eksplorasi logam di kawasan Sulawesi dan Maluku, yang dinilai sangat menjanjikan secara geologi.

Dalam pidato berjudul "Prospek dan Peluang Pengembangan Eksplorasi Sumber Daya Mineral di Region Sulawesi dan Maluku", ia menekankan bahwa kawasan tersebut memiliki tatanan tektonik yang mendukung terbentuknya endapan logam bernilai tinggi.

“Sejak 2009, saya meneliti potensi mineral logam seperti emas, tembaga, hingga mangan di wilayah ini, dan hasilnya menunjukkan potensi eksplorasi jangka panjang yang sangat signifikan,” ujarnya.

Baca Juga: ‘Panglima Timur’ Resmi Jabat Kapolres Barru, Selamat AKBP Ananda Fauzi Harahap!

Prof. Dr. Eng. Ir. Meutia Farida, S.T., M.T.

Prof. Dr. Eng. Ir. Meutia Farida, S.T., M.T., dari bidang Mikropaleontologi, menutup deretan orasi dengan pidato berjudul "Jejak Laut Purba sebagai Kunci Masa Depan: Petunjuk Iklim Masa Lalu Menggunakan Fosil Mikro."

Ia mengajak audiens memahami bahwa fosil mikro menyimpan rekam jejak perubahan bumi yang bisa dimanfaatkan untuk merumuskan kebijakan lingkungan masa kini dan masa depan.

“Fosil mikro bukan hanya catatan masa lalu, tetapi peta masa depan bumi. Dari serpihan kecil itu, kita bisa menyiapkan langkah besar untuk keberlanjutan planet ini,” tegas Prof. Meutia.

***