POJOKSULSEL, MAKASSAR - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengirim 200 patriot kemanusiaan ke sejumlah titik terdampak untuk mempercepat respons kesehatan pascabanjir bandang di Provinsi Aceh

Ratusan patriot kemanusiaan Unhas terdiri dari dokter, perawat, dan lulusan sarjana yang mengemban dua misi, yaitu riset cepat kondisi kesehatan masyarakat dan operasi kemanusiaan langsung di lokasi bencana.

Para relawan kemanusiaan Unhas disebar ke wilayah-wilayah yang paling terdampak, termasuk area yang hingga kini masih kesulitan akses air bersih dan layanan kesehatan dasar.

Koordinator Relawan Unhas, dr. Muhammad Phetrus Johan, M.Kes., Sp.OT, menyebut timnya sudah berada di lokasi sejak awal Desember.

Baca Juga: Cek Akreditasi Terbaru Prodi Pendidikan Profesi Guru UIM Al-Gazali

Selama lima hari pertama, para relawan telah melayani sedikitnya 500 pasien, sebagian besar mengalami iritasi kulit akibat paparan air kotor dan banjir yang mencapai tinggi pinggang.

“Kami menemukan banyak kasus penyakit kulit dan beberapa kondisi darurat lain yang butuh tindakan cepat. Selain melayani pasien, kami juga melakukan evakuasi, pemetaan kebutuhan kesehatan, hingga memantau kondisi ibu hamil yang berada di lokasi bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemetaan kesehatan dilakukan untuk memastikan wilayah terdampak dapat ditangani secara tepat, termasuk penyaluran logistik medis, obat-obatan, dan armada kesehatan tambahan jika dibutuhkan.

Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan bahwa pengiriman relawan dilakukan berdasarkan analisa cepat kebutuhan lapangan.

Baca Juga: Pesan Khusus Kepala LLDikti IX kepada Enam Guru Besar Baru UMI

Prof JJ, sapaan akrabnya, mengatakan, Unhas akan terus memperluas dukungan, terutama untuk wilayah yang masih mengalami keterbatasan layanan medis.

“Kami menyesuaikan pengiriman tim sesuai permintaan daerah terdampak. Dokter spesialis, termasuk ortopedi dan kulit, sudah berada di lapangan dan terus melakukan pelayanan. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah dan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk memastikan dukungan tetap berkelanjutan,” ujarnya.

Selain para dokter, program ini turut melibatkan mahasiswa untuk ikut berkontribusi dalam agenda kemanusiaan kampus. Unhas menilai keikutsertaan mahasiswa menjadi bagian penting dari pendidikan karakter dan penguatan kapasitas generasi muda di bidang kebencanaan.

***