MAKASSAR, SULSEL.POJOKSATU.id - Yayasan Kareba Baji mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat dukungan pendanaan daerah bagi program penanggulangan tuberkulosis (TBC), terutama untuk memastikan keberlanjutan pendampingan pasien dan pemberdayaan komunitas di tengah transisi pendanaan Global Fund menuju pembiayaan yang lebih berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Wakil Wali Kota Makassar, Hj. Aliah Mustika Ilham, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Makassar, Selasa (13/10/2026). Pertemuan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat kemitraan antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat, khususnya organisasi penyintas TBC, melalui peluang pendanaan hibah dan mekanisme swakelola.

Ketua Yayasan Kareba Baji, Chanra Mustamin, menyampaikan bahwa organisasinya telah berkontribusi dalam penanggulangan TBC di Kota Makassar sejak 2014. Pengalaman lebih dari satu dekade tersebut menjadi modal bagi yayasan untuk terus mendukung program pemerintah, mulai dari edukasi masyarakat hingga pendampingan pasien.

Ia juga menyoroti pentingnya keberlanjutan bantuan transportasi dan dukungan pendampingan bagi pasien TBC resistan obat (TBC-RO). Menurutnya, pengurangan dukungan Global Fund perlu diantisipasi dengan keterlibatan pemerintah daerah agar pasien tetap dapat mengakses layanan kesehatan dan menjalani pengobatan.

Dukungan terhadap peran komunitas turut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, dr. Nursaidah Sirajuddin. Ia menyampaikan bahwa Yayasan Kareba Baji dan Yamali TB selama ini telah banyak membantu Dinas Kesehatan dalam upaya penanggulangan TBC di Kota Makassar.

Sementara itu, perwakilan PR Konsorsium Penabulu-STPI, Erman Varela, menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan peran kader TBC yang menjadi ujung tombak penemuan kasus, edukasi, dan pendampingan pasien. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan dukungan anggaran agar kegiatan kader dan komunitas tetap berjalan, terutama memasuki masa transisi pendanaan pada 2027.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar mengapresiasi keterlibatan organisasi penyintas yang dinilai memiliki pengalaman langsung dalam memahami persoalan dan kebutuhan pasien. Ia mendorong Bappeda dan Dinas Kesehatan Kota Makassar untuk mengidentifikasi peluang penganggaran bagi kegiatan penanggulangan TBC, termasuk penemuan kasus dan pendampingan pasien melalui kolaborasi dengan komunitas.

Wakil Wali Kota juga mendorong Yayasan Kareba Baji untuk mengajukan usulan dana hibah kepada Pemerintah Kota Makassar. Selain itu, peluang pemanfaatan anggaran di tingkat kelurahan turut menjadi perhatian sebagai salah satu ruang kolaborasi yang dapat dikaji sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui audiensi ini, Yayasan Kareba Baji berharap terbangun kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat. Dukungan pendanaan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga peran komunitas, memperluas jangkauan layanan, serta memastikan pasien TBC tetap mendapatkan pendampingan yang dibutuhkan menuju eliminasi TBC di Kota Makassar.

Yayasan Kareba Baji merupakan organisasi masyarakat yang berkontribusi dalam penanggulangan TBC di Kota Makassar sejak 2014 melalui pendampingan pasien, pemberdayaan komunitas, edukasi masyarakat, dan penguatan kolaborasi lintas sektor.