POJOKSULSEL, GOWA - Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan awal puasa Ramadhan 2024 pada Senin (11/3/2024).
Pimpinan An Nadzir Gowa Samiruddin Pademmui mengatakan, penetapan awal puasa Ramadhan 2024 diputuskan setelah melakukan pemantauan bulan sejak 14,15, dan 16 Syakban. Pemantauan bulan kembali dilakukan pada 27, 28, dan 29 Syakban.
Selain itu, Jemaah An Nadzir menetapkan awal puasa Ramadhan 2024 menggunakan metodologi pengamatan bulan Syakban dengan menggunakan kain tipis.
"Kemarin itu (Kamis), kita melihat masih 4 bayangan. Berarti masih terbit 3 kali lagi, tadi subuh 3 bayangan berarti terbit lagi 2 kali, jadi (bulan Syakban) masih terbit di timur itu besok dan hari Ahad," kata Samiruddin Pademmui, Jumat (8/3/2024).
Tidak hanya itu, Samiruddin Pademmui mengungkapkan, An Nadzir menggunakan aplikasi dalam memantau perjalanan bulan. Aplikasi tersebut sangat membantu akurasi perpisahan bulan.
Berdasarkan tiga metode yang dipakai itu, perpisahan bulan Syaban menuju Ramadhan menurut An Nadzir, terjadi pada hari Minggu (10/3/2024) pukul 17.00 WITA.
"Itu sudah terjadi perpisahan bulan artinya sudah masuk Ramadhan di hari Ahad," kata Samiruddin.
Baca Juga: SIMAK! Prof Muhsin Mahfudz Singgung Tafsir Tentang Uang Panai saat Sampaikan Pidato Guru Besar
Samiruddin mengatakan, pemahaman yang dipakai An Nadzir selama, jika awal puasa Ramadhan terjadi pada siang atau sore hari. Maka pada hari itu juga boleh berpuasa dengan niat menyambut Ramadan. Artinya, Ramadan masuk dalam keadaan sedang berpuasa.
"Tapi untuk sempurnanya mulai 1 Ramadan penuh itu adalah tanggal 11 Maret 2024, hari Senin," kata Samiruddin.
Sebelumnya, Pengurus Pusat Muhammadiyah juga sudah mengeluarkan keputusan terkait awal puasa Ramadan yang jatuh pada Senin (11/3/2024).
Baca Juga: Pemprov Sulbar Dibantu Kalla Group untuk Pembangunan Jalan dan Jembatan , Nilainya Fantastis
Sementara, Pemerintah Indonesia akan melakukan rukyatul hilal atau pemantauan bulan untuk penetapan Ramadhan 1445 H pada Minggu (10/3/2024).
Pemantauan bulan atau rukyatul hilal ajan dilakukan pada 134 titik di seluruh Indonesia. Di Sulsel sendiri akan dilakukan pemantauan bulan di dua titik.
***




