POJOKSULSEL, MAKASSAR - Sebanyak tiga guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) dikukuhkan, Rabu (24/1/2024).

Rapat Paripurna Senat Akademik terbatas dalam rangka upacara Penerimaan Jabatan Profesor dilaksanakan di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Tamalanrea, Makassar. Ketiga guru besar Unhas yang dikukuhkan adalah:

Prof. Dr. Aminuddin Syam, SKM., M.Kes., M.Med. Ed., Guru Besar Bidang Ilmu Bidang Ilmu Pendidikan Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 501.

Baca Juga: Respons Etika Gibran saat Debat Cawapres, Zulkifli Hasan: Namanya Anak Muda Pasti Aktif

Prof. Dr. Masni, Apt., MSPH., Guru Besar Bidang Ilmu Biostatistik, Fakultas Kesehatan Masyarakat, yang dikukuhkan sebagai guru besar ke-502

Prof. Dr. Lalu Muhammad Saleh, SKM., M.Kes., Guru Besar Bidang Ilmu Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat yang dikukuhkan sebagai guru besar ke- 503

Prof. Aminuddin Syam menyampaikan pidato pengukuhannya yang berjudul Ilmu Gizi, Kunci Kehidupan, Kesehatan dan Kesejahteraan Manusia.

Baca Juga: Unismuh Makassar Jadi PTMA Pertama di Indonesia Timur Raih Akreditasi Unggul

Prof Masni menyampaikan pidato pengukuhannya tentang Model Prediksi Kejadian Unmet Need Kontrasepsi.

Prof Lalu Muhammad Saleh menyampaikan pidato berjudul Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penerbangan untuk Mewujudkan Zero Accident.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, pengukuhan sebagai Guru Besar bukanlah semata-mata sebuah penghargaan pribadi, melainkan juga menjadi cerminan dari dedikasi, keunggulan akademis, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Keberhasilan para professor baru adalah cermin dari komitmen Unhas dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat," kata Jamaluddin Jompa.

Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Budi Hastuti Ingatkan Orang Tua Ajari Anak Baca Tulis Al-Quran

Jamaluddin Jompa mengatakan, keberhasilan profesor juga menjadi bagian integral dari visi dan misi universitas kami untuk menjadi pusat unggulan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat yang berkeadilan.

Pada kesempatan itu, Prof Aminuddin Syam menjelaskan makanan bergizi tidak selalu bersumber dari bahan pangan yang mahal. Makanan bergizi adalah makanan yang mengandung zat gizi seimbang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral.

Tantangan ke depan terkait bahan pangan fungsional adalah keterhubungan berbagai aspek terutama inovasi teknologi diantaranya penemuan cara baru untuk menghasilkan dan mengolah bahan pangan secara efisien sehingga dapat mempertahankan dan meningkatkan kandungan gizi dan zat aktifnya.

Ilmu gizi ke depan, terdapat dua arus yang hadir secara bersamaan yakni tiga jenis tantangan dan tiga jenis perkembangan di antaranya ketidakseimbangan gizi diantara kelompok populasi dunia sehingga menimbulkan malnutrisi, baik kekurangan gizi dan kelaparan maupun kelebihan gizi hingga pengaruh perubahan iklim akan berimplikasi pada ketersedian dan akses bahan pangan.

Baca Juga: Pj Gubernur Sulsel Sebut Tana Luwu sebagai Simbol Peradaban yang Terus Menghasilkan Cipta, Rasa dan Karsa

Sementara itu, Prof Masni mengatakan laju pertumbuhan penduduk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 meningkat sebesar 1,49 persen per tahun. Sementara itu, jumlah penduduk Indonesia masih akan terus mengalami peningkatan dari 269,6 juta pada 2020, menjadi 294,1 juta di tahun 2030 dan diperkirakan akan mencapai 318,9 juta pada 2045 mendatang.

Pemerintah telah melakukan berbagai langkah serius untuk menanggulangi peningkatan laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat, salah satunya yaitu melalui kebijakan Program Keluarga Berencana (KB). Keberhasilan program KB juga dapat dilihat dari indikator angka unmet need. Unmet need sebagai salah satu indikator keberhasilan pengelolaan program KB, merupakan fenomena yang banyak terjadi terutama di negara-negara yang sedang berkembang.

Adapun Prof Lalu Muhammad Saleh menjelaskan bahwa Keselamatan dan kesehatan kerja pada penerbangan merupakan upaya strategis dalam mengoperasikan pesawat agar tetap dalam keadaan selamat mulai dari persiapan take off sampai tiba pada bandara tujuan. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Penerbangan memberi andil dalam kenyamanan terbang dan peningkatan mutu penerbangan secara global.

Baca Juga: Pj Wali Kota Akbar Ali Ajak Notaris Parepare Bersinergi Pemkota Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat

Meningkatnya antusias masyarakat dalam menggunakan transportasi udara dan waktu penerbangan turut mengalami peningkatan, sehingga lalu lintas udara menjadi padat. Hal ini, membutuhkan fokus tinggi agar tidak terjadi human error. Pelaksanaan K3 dalam dunia penerbangan menjadi salah satu bagian penting agar pekerja tetap bekerja dalam kondisi sehat dan selamat untuk mencapai produktivitas kerja yang tinggi. ***