POJOKSULSEL, MAKASSAR - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan menanggapi soal etika Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres.
Zulkifli Hasan menilai, tidak ada masalah terkait etika Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat debat cawapres.
"Dia sangat santun, kalau anak muda kan biasa, namanya anak muda itu pasti aktif, ya namanya anak muda, semangatnya tinggi," kata Zulkifli Hasan saat kampanye terbuka di GOR Anugrah, Jalan Sultan Dg Raja, Kota Makassar, Rabu (24/1/2024).
Baca Juga: Unismuh Makassar Jadi PTMA Pertama di Indonesia Timur Raih Akreditasi Unggul
Menurut Zulkifli Hasan, jika ada yang menganggap etika Gibran tidak tepat, harus melihat secara utuh. Gibran sudah meminta maaf.
"Tapi kalau dianggap tidak tepat, dia berkali-kali cium tangan, jarang loh anak muda mau begitu mau datang cium tangan, minta maaf, itu yang harus kita hargai, anak muda yang mengerti etika," katanya.
Zulkifli Hasan melihat, tindakan Gibran yang sudah berkali-kali minta maaf dan cium tangan, membuktikan kala dia adalah anak muda yang mengerti etika.
Baca Juga: Anggota DPRD Makassar Budi Hastuti Ingatkan Orang Tua Ajari Anak Baca Tulis Al-Quran
Zulkifli Hasan mengakui tindakan Gibran yang sudah meminta maaf dan cium tangan harusnya bisa dihargai semua orang.
Ia mengatakan, sebagai anak muda, wajar jika Gibran memiliki semangat yang tinggi. Sehingga pasti masih sangat aktif.
Pada kesempatan yang sama, Zulkifli Hasan juga merespons soal isu ada menteri yang ingin mundur dari Kabinet Presiden Joko Widodo.
Ia mengatakan, Presiden memiliki hak prerogatif untuk mengangkat atau memberhentikan menteri.
"Menteri itu hak prerogatif presiden, saya misalnya mau mundur saya mengajukan surat tapi mengangkat atau memberhentikan hak prerogatif presiden, karena yang mendapat daulat mandat itu presiden yang terpilih," pungkas Zulkifli Hasan.
Zulkifli Hasan melakukan kampanye terbuka di Kota Makassar. Ia didampingi Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi, dan Sekjen PAN Eddy Soeparno. ***




