POJOKSULSEL, MAKASSAR – Sulawesi Selatan (Sulsel) kembali unjuk gigi di tingkat nasional. Provinsi ini resmi masuk nominasi TPKAD Award 2025, ajang bergengsi yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mengapresiasi daerah yang sukses memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.
Masuknya Sulsel sebagai nomine bukan tanpa alasan. Pemprov Sulsel dinilai aktif mengembangkan program inklusi keuangan yang menyentuh hingga ke pelosok desa, mulai dari fasilitasi pembiayaan UMKM, penguatan ekonomi berbasis sektor unggulan, hingga pembangunan ekosistem keuangan yang inklusif.
“Kita akan mewakili bapak Gubernur untuk memaparkan langkah-langkah konkret yang telah dilakukan Pemprov dalam memperluas akses keuangan,” ujar Sekretaris Daerah Sulsel, Jufri Rahman, dikutip rilis Humas Pemprov Sulsel Selasa (3/6/2025).
Baca Juga: Unhas Terbanyak, 3 Fakultas Sekaligus Wakili Kemendiktisaintek di Penilaian Zona Integritas
Audiensi tersebut juga dihadiri Biro Ekonomi dan Pembangunan Setda Sulsel. Pertemuan membahas tahapan asesmen yang akan dilakukan tim penilai dari OJK pusat bersama Kementerian Dalam Negeri dan kementerian teknis lainnya.
Sementara itu, OJK Sulselbar membenarkan bahwa dua daerah di Sulsel berhasil masuk nominasi TPKAD Award tahun ini. Selain Pemerintah Provinsi Sulsel, Kabupaten Maros juga ikut bersaing di level nasional.
“Sesuai surat dari pusat, ada dua daerah dari Sulsel yang masuk daftar nomine TPKAD Award 2025,” ungkap Amiruddin Muhidu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Sulselbar.
Baca Juga: Sitti Sutinah Suhardi Cek Pasar Tradisional, Minyak hingga Gas Disubsidi
Sebagai informasi, Sulsel bukan pemain baru dalam ajang ini. Provinsi ini pernah memboyong TPKAD Award pada 2019 dan 2020.
Setelah sempat vakum akibat pandemi dan pemilu, penghargaan ini kembali digelar tahun ini dengan semangat baru dan tantangan yang lebih kompleks.
Ajang ini sekaligus menjadi sarana adu inovasi dan komitmen antardaerah dalam mendorong inklusi keuangan yang merata. Tak sekadar prestise, tapi juga dorongan nyata menuju kemandirian ekonomi masyarakat.
****




